Pintasan.co, PasuruanTuduhan santet hingga aksi main hakim sendiri terhadap seorang kakek gegara tuduhan santet terjadi di Dusun Kampung Baru, Desa Pasinan, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.

Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Muhammad Junaidi mengatakan kejadian tersebut terjadi pada Minggu (1/3) sekitar pukul 20.00 WIB. Sedangkan korban bernama Mustofa (80).

“Benar ada tindakan perusakan rumah warga Lekok karena isu santet,” kata Junaidi, Rabu (4/3/2026).

Junaidi menambahkan insiden tersebut berawal saat anak Amsori (52) berinisial J (35) asal Dusun Tegalan, Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok mengalami sakit selama 3 hari.

Kemudian, J menuding diduga akibat santet dari Mustofa. J dan sejumlah saudaranya lalu mendatangi rumah Mustofa, Minggu (1/3) sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka langsung masuk dan merusak perabotan rumah dan mencari penghuninya.

Saat itu lah Mustofa diketahui tengah tertidur di dalam kamarnya. Namun J langsung menarik tangannya untuk keluar dari rumahnya. Melihat itu istri Mustofa sempat melerai, namun diancam untuk tidak ikut campur permasalahan tersebut.

Mustofa dengan terpaksa menuruti kemauan J untuk mendatangi rumah Amsori. Saat tiba di rumah Amsori kondisi kembali memanas. Beruntung pihak kepolisian yang mendatangi lokasi berhasil mengamankan Mustofa. Dia dibawa ke Mapolsek Lekok untuk menghindari amukan massa.

Setelah itu, polisi kemudian mempertemukan kedua belah pihak di kantor polisi. Dalam pertemuan itu, Amsori mengakui bahwa dia sudah sakit selama tiga hari dan menuduh penyakit itu karena disantet Mustofa. Tuduhan itu berdasarkan mimpi yang datang kepadanya. Mimpi yang arahnya tentang penyantetan yang dilakukan Mustofa.

“Polisi mengupayakan permasalahan diselesaikan dengan damai. Kedua belah pihak ini masih saudara,” terang Junaidi.

Akibat peristiwa ini, Mustofa mengalami kerugian material Rp10 juta. Luka di tangan kanan dan kirinya juga semakin parah karena aksi massa tersebut dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Baca Juga :  Prabowo: Teladan Tokoh Islam, Kekuasaan Adalah Amanah, Bukan Tujuan