Pintasan.co – Nasaruddin Umar mengajak para tokoh agama untuk memperkuat pesan perdamaian, persaudaraan, dan kerukunan di tengah masyarakat.
Ajakan ini disampaikan mengingat sejumlah hari besar keagamaan pada tahun ini berlangsung dalam waktu yang berdekatan, yakni Hari Raya Nyepi, Idul Fitri, dan Paskah.
Menurut Menag, momentum tiga perayaan tersebut dapat menjadi ruang bersama bagi masyarakat Indonesia untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan harmoni dalam kehidupan yang penuh keberagaman.
“Para tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga harmoni dan damai di tengah masyarakat. Momentum hari-hari besar keagamaan ini harus menjadi penguat persaudaraan, bukan sebaliknya,” ujar Nasaruddin Umar di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan bahwa setiap perayaan keagamaan memiliki nilai-nilai universal yang dapat mendorong kehidupan sosial yang lebih baik. Hari Raya Nyepi mengandung pesan refleksi diri dan pengendalian diri, Idul Fitri menegaskan pentingnya saling memaafkan serta mempererat persaudaraan, sedangkan Paskah membawa pesan harapan dan kasih bagi umat manusia.
“Jika nilai-nilai tersebut disampaikan secara luas oleh para tokoh agama, masyarakat akan semakin terdorong untuk menjaga kerukunan dan persatuan bangsa,” kata dia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Ia mengingatkan bahwa perbedaan merupakan realitas yang harus disikapi dengan saling menghormati.
“Perbedaan, itu bukan sesuatu yang harus mengarah kepada perpecahan. Kita perlu untuk menggalang persatuan, menggalang kerukunan untuk menghadapi keadaan yang penuh ketidakpastian ini,” kata Presiden Prabowo Subianto.
Sejalan dengan semangat tersebut, Kementerian Agama Republik Indonesia telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2026 yang memuat panduan penyelenggaraan ibadah Ramadan, Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, sekaligus penguatan program masjid ramah pemudik.
