Pintasan.co, Jakarta – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyoroti aliran dana hibah dari pemerintah ke Keraton Solo yang dinilai kurang transparan, seperti dilansir dari Kompas.com. Hal ini disampaikannya dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI pada Rabu, 21 Januari 2026.
Fadli Zon mengungkapkan bahwa selama ini hibah diterima oleh pihak pribadi.
“Keraton Solo mendapatkan hibah… Nah selama ini menurut keterangan (yang kami terima) itu penerimanya itu pribadi,” ujarnya.
Menurutnya, ke depan harus ada pertanggungjawaban. Khususnya untukhibah yang bersumber dari APBN.
Ia juga menjelaskan bahwa konflik internal di Keraton Solo telah berlangsung lama. Setelah 40 hari wafatnya PB XIII, Kemenbudaya mengundang seluruh pihak untuk bermusyawarah.
Namun, tidak semua pihak bersedia hadir. Pemerintah kemudian mengundang berdasarkan identitas kependudukan masing-masing.
Untuk memastikan transparansi, pemerintah menunjuk penanggung jawab. Sosok yang ditunjuk adalah Panembahan Agung Tejo Wulan.
Penunjukan ini bertujuan memfasilitasi musyawarah keluarga. Tejo Wulan dipandang sebagai tokoh senior yang tepat.
