Pintasan.co, Jakarta – Mengenal Ilhan Omar, Anggota Kongres AS yang Menjadi Korban Serangan di MinneapolisAnggota Kongres Amerika Serikat Ilhan Omar mengalami serangan saat menggelar pertemuan publik di Minneapolis pada Selasa (27/1/2026). Seorang pria tak dikenal mendekati podium dan menyemprotkan zat yang belum diketahui identitasnya ke arah Omar.
Insiden terjadi ketika Omar menyampaikan kritik terhadap Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) serta menyerukan pembubaran lembaga tersebut. Sejumlah saksi menyebut zat semprotan itu menimbulkan bau tidak sedap. Meski demikian, Omar tetap tenang dan meminta acara dilanjutkan setelah pelaku diamankan.
Ilhan Omar dikenal sebagai tokoh perempuan Muslim keturunan Somalia di politik AS. Ia lahir di Mogadishu pada 4 Oktober 1982 sebagai anak bungsu dari tujuh bersaudara. Ibunya meninggal saat Omar masih kecil, dan ia dibesarkan oleh ayah serta kakeknya.
Akibat Perang Saudara Somalia pada 1991, keluarga Omar mengungsi ke Kenya sebelum mendapatkan suaka dan pindah ke Amerika Serikat pada 1995. Mereka menetap di Virginia, lalu pindah ke Minneapolis pada 1997. Omar menjadi warga negara AS pada usia 17 tahun.
Ketertarikan Omar pada politik muncul sejak remaja, meski perjalanannya tidak mudah. Setelah lulus SMA, ia sempat menempuh pendidikan akuntansi sebelum beralih ke administrasi bisnis. Ia juga bekerja di bidang kesehatan dan nutrisi untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Omar kemudian menyelesaikan studi ilmu politik dan studi internasional di North Dakota State University pada 2012. Sepulang ke Minneapolis, ia aktif sebagai relawan kampanye dan terlibat dalam gerakan penolakan undang-undang ID pemilih.
Karier politiknya berlanjut ketika ia bekerja di Dewan Kota Minneapolis dan terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Minnesota pada 2016. Kemenangan tersebut menjadikannya perempuan Somalia-Amerika pertama di lembaga itu.
Pada 2019, Omar mulai mewakili Distrik Kongres ke-5 Minnesota. Ia mencatat sejarah sebagai pengungsi Afrika pertama di Kongres AS, salah satu dari dua perempuan Muslim pertama, serta perempuan kulit berwarna pertama yang mewakili negara bagian Minnesota.
Pada pemilu 2024, Omar kembali memenangkan kursinya di Kongres setelah mengalahkan penantang dari Partai Republik.
