Pintasan.co, JakartaMenteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memaparkan sejumlah perubahan positif yang terjadi pada anak-anak peserta Sekolah Rakyat.

Ia menyebutkan bahwa dalam enam bulan pelaksanaan program, kondisi kesehatan fisik dan mental para siswa mengalami peningkatan yang signifikan, disertai dengan capaian prestasi yang membanggakan.

Gus Ipul menjelaskan bahwa perbaikan paling awal terlihat pada aspek kesehatan. Berat dan tinggi badan siswa meningkat, tingkat kebugaran membaik, serta angka anemia menurun.

Bahkan, dalam waktu tiga bulan, sejumlah seragam sekolah tidak lagi muat karena pertumbuhan fisik anak-anak yang pesat.

Hal tersebut disampaikan saat peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi yang digelar di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Menurutnya, meskipun terlihat sederhana, perubahan tersebut sangat mendasar. Ia menegaskan bahwa anak yang sehat memiliki peluang lebih besar untuk belajar dengan optimal, sejalan dengan pesan Presiden.

Selain kesehatan fisik, Gus Ipul juga menyoroti perubahan pada aspek mental dan perilaku siswa.

Anak-anak Sekolah Rakyat dinilai menjadi lebih disiplin, bersikap lebih lembut, tidak mudah mengantuk saat mengikuti pelajaran, serta menunjukkan kemandirian yang lebih baik.

Tak hanya itu, banyak siswa Sekolah Rakyat yang berhasil meraih prestasi. Gus Ipul menilai hal tersebut terjadi karena anak-anak merasa aman dan mendapatkan perhatian yang layak, sehingga mampu berkembang secara optimal.

Perubahan juga tampak pada kemampuan akademik. Gus Ipul mencontohkan seorang siswa bernama Nazril yang sebelumnya belum mampu membaca meski telah memasuki usia SMA.

Berkat ketekunan dan pendampingan para guru di Sekolah Rakyat, Nazril kini mampu membaca dengan lancar dan menunjukkan prestasi akademik yang baik serta optimisme terhadap masa depannya.

Peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi tersebut turut didukung oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Kementerian Pekerjaan Umum, serta PT Pos Indonesia.

Baca Juga :  DK PBB Gelar Voting Rencana Perdamaian Gaza Usulan Trump, Rusia Ajukan Draft Tandingan