Pintasan.co, BanjarLembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Karang Intan mendapatkan apresiasi dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Banjar berkat fasilitas perpustakaannya. 

Apresiasi tersebut diberikan oleh Pustakawan Ahli Muda Dispersip Banjar, Rokhmah, saat beliau melakukan kunjungan dan pemantauan perpustakaan di Lapas Narkotika Karang Intan pada Kamis (24/10).

“Apresiasi untuk Perpustakaan Lapas Narkotika Karang Intan, karena buku-buku yang tersedia sebagai bahan bacaan warga binaan cukup banyak, lengkap dan beragam. Selain itu, perpustakaanya juga telah memiliki nomor pokok perpustakaan,” ujar Rokhmah.

Hal ini menandakan pengelolaan perpustakaan telah sesuai dengan standar dan mampu memberikan akses literasi yang berkualitas untuk warga binaan.

Perpustakaan di Lapas Narkotika Karang Intan ini telah menjadi salah satu lokasi favorit warga binaan untuk menghabiskan waktu selama menjalani masa pembinaan. 

Tidak hanya menyediakan berbagai bahan bacaan yang relevan, perpustakaan ini juga mencakup beragam koleksi, termasuk buku-buku tentang agama, peternakan, pertanian, perkebunan, hingga novel. 

Ragam koleksi ini memberi kesempatan bagi warga binaan untuk memperluas wawasan mereka dalam berbagai bidang yang bisa bermanfaat baik selama di Lapas maupun setelah mereka menyelesaikan masa pidana.

Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Edi Mulyono, menyambut positif apresiasi yang diberikan Dispersip Banjar. 

Menurut Edi, penghargaan ini menambah motivasi bagi jajarannya dalam menyediakan akses literasi bagi warga binaan. Ia menegaskan bahwa 

“Perpustakaan Lapas Narkotika Karang Intan tidak sekadar tempat untuk membaca buku, tetapi pusat edukasi yang membantu mereka meningkatkan literasi dan pengetahuan selama menjalani pembinaan. Tempat yang nyaman, koleksi buku-buku lengkap dan beragam, menjadi daya tarik untuk mereka tetap mendapatkan informasi berbagai hal di tengah keterbatasan akses informasi yang bisa mereka dapatkan, perpustakaan ini menjadi solusinya,” pungkas Edi, singkat.

Keberadaan perpustakaan di Lapas Narkotika Karang Intan membuktikan bahwa ruang belajar dapat terbentuk bahkan dalam keterbatasan, sekaligus menunjukkan pentingnya perpustakaan dalam mendukung pengembangan literasi dan mengisi waktu dengan kegiatan positif. 

Baca Juga :  Mendagri Soroti Banyak BUMD Sekarat, Singgung Fenomena "Orang Dalam"

Apresiasi dari Dispersip Kabupaten Banjar ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi dan perhatian terhadap literasi di lingkungan pemasyarakatan mampu memberikan dampak signifikan bagi pembinaan warga binaan.