Pintasan.co, JakartaUniversitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) merayakan sejarah tujuh dekade pengabdiannya dalam peringatan Milad ke-70 yang digelar khidmat di Gedung Cendekia UMJ, Senin (15/12/2025).

Mengusung tema “Sinergi, Kolaborasi, dan Kontribusi demi Memajukan Peradaban Bangsa”, momentum ini mempertegas posisi UMJ sebagai salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah tertua yang konsisten mengawal pendidikan nasional sejak 1955.

Dalam sambutannya, Rektor UMJ, Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., menyatakan bahwa perjalanan panjang UMJ merupakan buah dari kepemimpinan yang adaptif terhadap dinamika sosial-politik Indonesia. Baginya, menakhodai UMJ bukan sekadar menjalankan fungsi administratif, melainkan sebuah tanggung jawab historis yang besar.

“UMJ dinilai telah memberikan kontribusi besar melalui alumni yang tersebar di berbagai sektor strategis serta keberanian institusional kita pun telah tercatat dalam sejarah, salah satunya melalui pemberian gelar doktor kehormatan kepada Presiden Soekarno,” ujar Ma’mun.

Memasuki usia 70 tahun, dia berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi akademik dan pengembangan program studi baru demi meningkatkan daya saing global.

Sementara, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Armai Arief, M.Ag., mengapresiasi capaian UMJ yang kini telah berstatus unggul. Dia mendorong UMJ untuk terus melakukan inovasi kelembagaan, termasuk membuka prodi strategis yang menjawab tantangan zaman seperti teknologi dan pengelolaan air. “Persyarikatan Muhammadiyah memberikan dukungan penuh bagi pengembangan UMJ ke depan,” tegasnya.

Di sisi lain, Ketua BPH UMJ yang juga menjabat sebagai Mendikdasmen RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., menyampaikan pidato akademik mengenai esensi pendidikan sebagai fondasi utama peradaban. Dia menyoroti empat pilar penting yang harus dijaga, yakni iman, pengetahuan, seni, dan moralitas.

Senada dengan semangat penguatan akademik, Guru Besar FISIP UMJ, Prof. Taufiqurokhman, M.Si., menekankan pentingnya penguatan ekosistem riset melalui pengelolaan jurnal ilmiah terindeks internasional. Bahkan, menyinggung isu kebijakan nasional, yakni pentingnya revisi UU Sisdiknas untuk menjamin kesejahteraan pendidik dan memperkuat peran mereka dalam mencerdaskan bangsa.

Baca Juga :  Jenguk Korban di RS, Menteri Sosial Pastikan Pendampingan dan Biaya Ditanggung Pemerintah

Peringatan Milad ke-70 ini menjadi momentum bagi UMJ untuk memantapkan langkah menyongsong Indonesia Emas 2045. Melalui pendidikan berkualitas, riset yang bermutu, dan pengabdian kepada masyarakat, UMJ bertekad terus menjadi pilar utama dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul bagi peradaban dunia.