Pintasan.co, Tulungagung – Keluhan warga terkait menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi juga di Tulungagung. Kali ini warga mengeluhkan menu telur rebus yang masih penuhi kotoran ayam cangkangnya.
Salah seorang warga Herlambang, mengatakan hari ini keponakanya yang bersekolah di SDN 1 Kepatihan, Tulungagung mendapatkan menu MBG berupa telur, roti, susu dan salad buah.
“Tapi telur yang diberikan masih ada kotoran ayamnya. Bagaimana ini, masak telur seperti ini diberikan kepada anak-anak, apa tidak cuci,” kata Herlambang, Jumat, (27/2/2026).
Pihaknya khawatir jika telur tersebut tetap dikonsumsi justru akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Terlebih kondisi telur telah retak.
“Tolong pihak SPPG lebih memperhatikan lagi terhadap menu yang disajikan. Kalau hal seperti ini dibiarkan maka program pemerintah pusat terkesan gagal. Di atas tujuannya baik, namun pelaksanaannya seperti ini,” ujarnya.
Pihaknya menyayangkan telur yang masih masih menempel kotoran ayamnya tersebut. BGN diharap turun tangan untuk mengevaluasi SPPG yang memasok menu.
“Jangan sampai hal ini tidak terjadi lagi,” imbuhnya.
Herlambang mengaku persoalan MBG kering yang dibagikan pada bulan Ramadan tidak hanya ini saja. Di media sosial banyak warga yang mengkritik jenis menu yang diberikan karena berkesan asal-asalan. Bahkan nilai barang dinilai kurang dari standar.
Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani, mengaku tidak bisa berkomentar terkait keluhan tersebut karena bukan bagian dari kewenangan lembaganya.
“Kami tidak bisa berkomentar karena itu terkait penyajiannya. Monggo langsung ke SPPG-nya atau Satgas MBG,” kata Desi.
Pihaknya menjelaskan tugas utama dinas kesehatan menyangkut SPPG adalah pemeriksaan air, pelatihan penjamah makanan dan CKG.
“Ketika tiga hal ini sudah memenuhi syarat, kami keluarkan sertifikat penjamah, selanjutnya mereka akan mengurus ke OSS,” jelasnya.
Sementara itu Ketua Satgas MBG Tulungagung, Bagus Kuncoro mengaku akan melaporkan keluhan tersebut ke Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Tulungagung agar ditindaklanjuti.
“Kita laporkan ke korwil BGN Tulungagung,” kata Bagus.
