Pintasan.co, Surabaya – Musim hujan merata hampir di seluruh wilayah di Jawa timur membawa “tamu tak diundang” ke rumah-rumah warga Surabaya. Tamu tersebut merupakan hewan yang sering kali ditemukan ketika ada genangan air, maupun banjir. Hewan tersebut yakni Ular hingga kalajengking. Hewan ini bermunculan dari saluran air dan pekarangan, membuat petugas Damkar menerima laporan evakuasi hingga lima kali dalam sehari.
Kepala Dinas PMK Kota Surabaya Laksita Rini Sevriani mengatakan, setidaknya ada lima laporan warga per hari terkait temuan ular. Menurutnya, ular kerap ditemukan di rumah dan sekitarnya selama musim hujan.
“Bisa 3 sampai 5 kali (laporan evakuasi reptil) selama musim hujan ini,” kata Rini saat dikonfirmasi detikJatim, Senin (19/1/2026).
Rini juga menjelaskan, ada laporan dan permintaan evakuasi didominasi ular. Terutama ular piton.
“Rata-rata ular jenis sanca, kemudian juga ada piton juga ada,” ujarnya.
Rini menegaskan, sejak awal musim hujan hingga saat ini, Damkar Surabaya selalu mendapat permintaan evakuasi reptil, terutama ular. Menurutnya, hampir setiap hari selalu ada laporan masuk melalui Command Center 112 Surabaya.
“Memang untuk di musim hujan ini mungkin karena habitatnya terganggu ya, jadi semua apa reptil yang ada di air pada muncul terutama ular. Jadi hampir setiap hari itu mesti kita melakukan evakuasi terkait dengan ular,” tambahnya.
Maka dari itu, Rini mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi adanya hewan – hewan yang berbahaya di sekitar lingkungan warga. Apabila ditemukan hewan yang mengancam dihimbau agar segera melaporkan temuan reptil kepada petugas agar segera ditangani. Ia berharap warga Surabaya juga tidak nekat mengevakuasinya sendiri lantaran bisa membahayakan keselamatan diri.
“Jadi kalau warga itu begitu menemukan ular atau reptil lainnya langsung telepon ke 112, teman-teman dari Damkar atau mungkin dari BPBD yang akan melakukan evakuasi,” tutupnya.
