Pintasan.coPrabowo Subianto mengalokasikan anggaran sekitar Rp839 miliar untuk pembangunan pagar dan tanggul di kawasan Taman Nasional Way Kambas.

Langkah ini diambil sebagai upaya mengurangi konflik antara gajah liar dan masyarakat yang telah berlangsung lama di wilayah sekitar taman nasional tersebut.

Kebijakan tersebut disampaikan oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni setelah menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis.

Raja Juli menjelaskan bahwa konflik antara gajah dan manusia kerap terjadi karena satwa tersebut keluar dari kawasan hutan dan memasuki wilayah permukiman maupun lahan pertanian warga.

“Terakhir, berapa bulan yang lalu salah seorang kepala desa terinjak gajah karena gajah berusaha masuk atau melintasi desa-desa, perumahan, maupun lahan pertanian, sampai salah seorang kepala desa meninggal,” katanya menggambarkan salah satu insiden yang pernah terjadi di sekitar Way Kambas.

Menurutnya, pembangunan pagar dan tanggul tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo untuk menjaga kelestarian satwa sekaligus meningkatkan keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan konservasi.

Raja Juli juga mengungkapkan bahwa sebelumnya Presiden sempat menyebut kemungkinan anggaran proyek tersebut dapat mencapai maksimal Rp2 triliun. Namun setelah dilakukan kajian teknis serta upaya efisiensi, kebutuhan anggaran diperkirakan sebesar Rp839 miliar.

Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi potensi konflik antara manusia dan gajah di sekitar kawasan Taman Nasional Way Kambas.

Baca Juga :  Dirut Bulog Ungkap Alasan Penunjukan Orang Dekat Prabowo sebagai Wakilnya