Pintasan.co, JemberBupati Jember Muhammad Fawait berkesempatan bertemu dengan siswa SMPN 1 Kencong, Jember, Jawa Timur. Pihaknya berpesan kepada siswa yang duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama itu, agar para siswa menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Jika tidak ada biaya untuk kuliah, nanti ada beasiswa dari Pemkab Jember.

“Jadi ayo tempuh pendidikan setinggi-tingginya. Raih mimpi kalian semua,” Ucap Fawait Minggu (23/11/2025).

Bupati Fawait menyampaikan itu pada saat acara Apel Siswa di SMPN 1 Kencong. Ia juga mengajak ratusan siswa untuk mencegah pernikahan dini.

“Siswa ini harus membantu kami untuk mengkampanyekan pencegahan pernikahan dini,” katanya.

Fawait menjelaskan kepada seluruh siswa, berdasarkan data, angka stunting di Jember menjadi yang terbesar di Jawa Timur. Selain itu, angka kematian ibu dan bayi juga masih tinggi.

“Jember angka stunting masih tertinggi di Jatim. Angka kematian ibu dan bayi juga tertinggi,” ujarnya.

Pria yang karib disapa Gus Fawait itu menjelaskan, hal ini disebabkan oleh wanita yang melahirkan usianya masih belum siap. Maka dari itu, pernikahan dini harus dicegah.

“Karena banyak yang melahirkan usianya belum sesuai alias banyak pernikahan dini. Maka dari itu, ayo cegah pernikahan dini,” paparnya.

“Kalau usianya 16-17, itu resikonya tinggi. Kalau ga ibunya, ya nanti bayinya yang stunting,” tambahnya.

Baca Juga :  Pupuk Indonesia Dukung Kebijakan Penurunan Harga Pupuk Subsidi, Bukti Keberpihakan Pemerintah pada Petani