Pintasan.co, Mojokerto – Sejumlah santri Ponpes Mahad An Nur, Dusun Jurangrejo, Desa Singowangi, Kutorejo, Mojokerto menjadi posko layanan kesehatan (Yankes) korban keracunan massal setelah menyantap makan bergizi gratis (MBG). Biaya pengobatan seluruh korban ditanggung Badan Gizi Nasional (BGN).

“Penanganan dari Pemkab Mojokerto sudah cepat. Dinas Kesehatan sudah membuka posko pelayanan kesehatan di Ponpes Mahad An Nur ini. Sehingga Dinkes lebih mudah mengontrol. Pengobatan ditanggung BGN,” terang Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Abi Swanjoyo di Ponpes Mahad An Nur, Minggu (11/1/2026).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Dyan Anggrahini Sulistyowati menjelaskan, jumlah korban yang sudah ditangani mencapai 152 santri dan pelajar. Paling besar dari Ponpes Mahad An Nur, yakni 92 anak.

“Gejala klinis yang dialami anak-anak mual, muntah, demam dan diare,” jelasnya.

Para korban dirawat di asrama santri putra dan putri Ponpes Mahad An Nur. Ada pula di Puskesmas Pacet, Gondang dan Kutorejo. Sebagian lainnya dirujuk ke RSUD Prof dr Soekandar, RS Sumberglagah, RS Kartini, RS Mawaddah Medika, serta RSI Arofah.

Dyan mengatakan, dugaan korban keracunan massal ini akan bertambah. Sebab pelajar yang mengeluh mual, muntah, demam dan diare masih berdatangan ke posko yankes di Ponpes Mahad An Nur.

“Mungkin ada beberapa tambahan, ketika ada penerima manfaat (MBG) yang dicurigai mual, muntah, demam dan diare, silakan langsung ke rumah sakit tanpa ada biaya,” tandasnya.

Sebelumnya, ratusan pelajar dan santri mengalami keracunan diduga setelah menyantap MBG soto ayam dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto. MBG tersebut dibagikan ke para pelajar dan santri pada Jumat (9/1).

Baca Juga :  Krisis Air di Gaza Memperburuk Ramadan: Warga Terpaksa Gunakan Air Tercemar

Setiap harinya, SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 menyajikan 2.679 porsi MBG untuk 20 sekolah. Untuk sementara, 7 sekolah dan pesantren yang terdampak indikasi keracunan massal tersebut.

Selain menangani para korban, investigasi gabungan juga digelar untuk mengungkap penyebab keracunan massal. Penyelidikan melibatkan Polres Mojokerto, perwakilan BGN, Dinas Kesehatan, serta Kodim 0815 Mojokerto.