Pintasan.co, JakartaHotel Claro Makassar menjadi lokasi berbagai agenda penting pada Kamis (29/1/2026). Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung, Reda Manthovani, datang ke hotel tersebut untuk menghadiri sosialisasi pencegahan penyimpangan pengelolaan dana desa yang digelar Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

Reda Manthovani tiba di lobi utama hotel sekitar pukul 13.20 WITA bersama Kepala Kejati Sulsel Didik Farkhan. Sejumlah pejabat utama Kejati Sulsel langsung menyambut kedatangan keduanya di pintu masuk hotel.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Soetarmi, menjelaskan bahwa kunjungan Jamintel bertujuan menyosialisasikan program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa). Program ini mendorong peningkatan kesadaran hukum sekaligus mencegah penyalahgunaan dana desa di wilayah Sulawesi Selatan.

Kejati Sulsel mengundang perwakilan dinas pemberdayaan masyarakat, dinas koperasi, kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), ABPEDNAS, serta pimpinan Koperasi Merah Putih dari sejumlah kabupaten, antara lain Maros, Gowa, Sinjai, Pinrang, Barru, Takalar, Luwu Timur, Bone, Bantaeng, dan Tana Toraja.

Pada waktu yang bersamaan, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Claro Makassar. Ratusan kader PSI dari berbagai provinsi mulai memadati hotel sejak pagi untuk melakukan registrasi dan konsolidasi organisasi.

Para kader tampak mengenakan kaos dan atribut khas PSI, sehingga suasana hotel terlihat ramai dengan nuansa hitam-putih. PSI menjadwalkan pembukaan Rakernas pada siang hari oleh Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep, dengan kehadiran Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang direncanakan memberikan pengarahan.

Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali menyatakan Rakernas menjadi forum strategis kedua tertinggi setelah Kongres. Melalui forum tersebut, PSI akan menetapkan berbagai keputusan penting terkait sistem kepartaian dan arah strategi menuju Pemilu 2029.

Baca Juga :  Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Prediksi Hujan Lebat di Makassar

Ahmad Ali juga menegaskan bahwa PSI menerapkan sistem partisipatif, di mana seluruh anggota menjadi pemegang mandat partai. Ia menekankan bahwa hubungan antara struktur pusat dan daerah bersifat sejajar serta menempatkan kekuatan basis akar rumput sebagai penentu keberhasilan partai.