Pintasan.co, JakartaPolda Metro Jaya menurunkan ribuan personel gabungan guna memastikan keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya aksi unjuk rasa buruh lanjutan di kawasan Silang Selatan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan bahwa personel berasal dari kepolisian dan instansi terkait. Mereka disiagakan di sejumlah titik strategis sekitar lokasi aksi.

Budi mengimbau para orator dan peserta aksi agar menyampaikan aspirasi secara tertib. Dia meminta massa tidak memprovokasi pihak lain agar situasi tetap kondusif.

“Kami mengingatkan peserta aksi untuk tidak melakukan tindakan anarkis, seperti membakar ban atau merusak fasilitas umum,” ujar Budi.

Dia juga menegaskan bahwa petugas di lapangan tidak membawa senjata api. Polisi mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan profesional selama pengamanan berlangsung.

“Petugas bertugas tanpa senjata api dan mengutamakan pendekatan yang humanis,” tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyampaikan bahwa aksi ini menolak kebijakan upah minimum daerah.

Massa buruh menuntut revisi Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta 2026. Mereka meminta nilai upah mencapai 100 persen Kebutuhan Hidup Layak sebesar Rp5,89 juta per bulan.

Selain itu, buruh juga menuntut pemberlakuan Upah Minimum Sektoral Provinsi DKI Jakarta 2026 sebesar 5 persen di atas KHL.

Baca Juga :  Tim Voli Putra UKM USM Raih Juara 1 UNWAHAS Volly Open Cup 2025