Pintasan.co, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar masyarakat memperoleh keringanan biaya perjalanan selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Arahan tersebut meliputi pemberian diskon tarif jalan tol hingga penurunan harga tiket transportasi umum, sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di penghujung tahun.

Instruksi itu disampaikan Presiden Prabowo dalam rapat terbatas bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih yang berlangsung di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, pada Minggu.

Selain isu transportasi, rapat juga membahas kondisi perekonomian nasional serta stabilitas harga kebutuhan pokok.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden turut menyoroti perkembangan ketahanan pangan dan pergerakan harga bahan pokok di pasaran.

Di samping itu, dibahas pula situasi ekonomi terkini, termasuk sektor bea cukai dan perpajakan.

“Presiden mengarahkan pemberian berbagai insentif untuk mendukung kelancaran liburan akhir tahun, terutama pengurangan harga secara signifikan pada tarif jalan tol, tiket pesawat, kereta api, kapal laut, serta fasilitas publik lainnya,” ujar Teddy melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memperkirakan sekitar 2,9 juta kendaraan akan keluar dari wilayah Jakarta selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2026.

Jumlah tersebut merupakan akumulasi kendaraan yang bergerak ke arah timur Pulau Jawa, barat menuju Pelabuhan Merak, serta selatan ke arah Bandung dan sekitarnya.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum berencana memberlakukan diskon tarif tol selama masa Nataru dengan besaran sekitar 10–20 persen, sesuai usulan masing-masing Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Diskon akan diterapkan selama tiga hari, yakni pada 22, 23, dan 31 Desember 2025, di 26 ruas tol yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga :  Wakapolri Pantau Arus Lalu Lintas Nataru di Command Center Jasa Marga

Selain potongan tarif, sejumlah ruas tol juga akan dioperasikan secara fungsional tanpa tarif selama periode Nataru.

Beberapa di antaranya adalah Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1, Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat Seksi 4, Tol Palembang–Betung Seksi 2, Tol Probolinggo–Banyuwangi Seksi 1 dan 2, serta beberapa seksi Jalan Tol IKN dan Jembatan Pulau Balang.

Untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, pemerintah juga menambah kapasitas jalan melalui penambahan satu lajur di ruas Tol Jakarta–Cikampek, Tol Cikampek–Palimanan, dan Tol Tangerang–Merak.