Pintasan.co, Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tengah mempertimbangkan pengiriman peserta didik dari berbagai sekolah kedinasan untuk mempercepat pemulihan dampak banjir dan longsor di wilayah Sumatra.
Gagasan tersebut muncul setelah Prabowo mendengarkan paparan Mendagri terkait rencana penugasan ribuan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ke Kabupaten Aceh Tamiang.
Menurut Tito, Presiden menyambut positif ide tersebut dan bahkan mengusulkan agar tidak hanya IPDN, tetapi seluruh sekolah kedinasan pemerintah dapat dilibatkan.
Usulan itu disampaikan Prabowo saat keduanya berbincang di sela-sela kunjungan ke lokasi bencana beberapa waktu lalu.
Prabowo menilai, para siswa sekolah kedinasan dapat diterjunkan sesuai bidang keahliannya untuk membantu masyarakat sekaligus menerapkan ilmu yang dipelajari.
Sebagai contoh, sekolah kedinasan di bidang perhubungan dapat membantu memetakan dampak bencana terhadap bandara dan pelabuhan, termasuk pelabuhan kecil.
Sementara sekolah kedinasan di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bisa membantu pemulihan wilayah pesisir dan nelayan yang terdampak.
Tito menyebut Prabowo terlihat antusias dengan gagasan tersebut dan melihat besarnya potensi kontribusi sekolah kedinasan lain dengan keahlian masing-masing dalam mendukung pemulihan bencana.
Sebagai langkah awal, Kementerian Dalam Negeri mulai memberangkatkan praja IPDN ke Aceh Tamiang. Hingga 5 Januari 2026, sekitar 1.132 praja akan ditugaskan untuk membantu pemulihan pemerintahan daerah setempat.
Mereka dibekali peralatan seperti sekop dan cangkul untuk membersihkan lumpur yang masih menggenangi kantor-kantor pemerintahan.
Selain melakukan pembersihan, para praja juga akan membantu mengaktifkan kembali layanan publik di tingkat desa.
Tercatat lebih dari 200 unit layanan pemerintahan yang belum beroperasi dan perlu segera dipulihkan, termasuk layanan administrasi kependudukan.
Penugasan tersebut direncanakan berlangsung sekitar satu bulan dan dapat diperpanjang bila diperlukan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kurikulum pembelajaran praja IPDN sebagai bentuk praktik lapangan.
