Pintasan.co – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi pada Senin (12/1/2026).

Pemerintah menargetkan pembangunan hingga 500 Sekolah Rakyat pada 2029 sebagai bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui jalur pendidikan.

Peresmian tersebut dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (STR) 9 Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa pendidikan menjadi instrumen utama dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat kurang mampu secara berkelanjutan.

“Hari ini kita meresmikan 166 Sekolah Rakyat. Target kita adalah 500 Sekolah Rakyat hingga tahun 2029. Insyaallah target itu bisa kita capai,” ujar Prabowo.

Saat ini, jumlah peserta didik Sekolah Rakyat tercatat sekitar 15 ribu siswa. Pemerintah memproyeksikan angka tersebut akan meningkat signifikan hingga mencapai 30 ribu siswa pada akhir 2026, seiring bertambahnya jumlah sekolah yang mulai beroperasi di berbagai daerah.

Program Sekolah Rakyat mulai dijalankan secara bertahap pada tahun ajaran 2025/2026. Dari total rencana 200 unit tahap awal, sebanyak 53 Sekolah Rakyat telah lebih dahulu beroperasi sejak Juli 2025.

Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Melalui program tersebut, pemerintah berharap akses pendidikan yang merata dapat menjadi solusi jangka panjang bagi kelompok masyarakat paling rentan.

Baca Juga :  Sebanyak 3.000 Warga Berisiko TB di Gunungkidul Menjadi Target Skrining ACF TB