Pintasan.co, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto kembali meninjau wilayah terdampak bencana di Sumatra untuk memantau langsung progres penanganan.
Kali ini, Kepala Negara mengunjungi Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa kunjungan tersebut dilakukan karena salah satu desa di Batang Toru mengalami dampak bencana yang cukup parah.
Kehadiran Presiden bertujuan memastikan penanganan berjalan sesuai rencana dan kebutuhan di lapangan.
Menurut Prasetyo, salah satu fokus utama peninjauan adalah pembangunan jembatan bailey di Sungai Garoga yang menghubungkan wilayah Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan.
Jembatan tersebut diharapkan segera difungsikan guna mempercepat proses pemulihan dan mendukung tahapan rekonstruksi pascabencana.
Dalam peninjauan tersebut, Presiden Prabowo juga melihat langsung kondisi permukiman warga yang mengalami kerusakan di sepanjang jalur sungai dan akses jalan.
Ia menekankan agar berbagai persoalan di lokasi terdampak dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Selain itu, Presiden ingin memastikan percepatan penyelesaian infrastruktur penting agar mobilitas masyarakat serta distribusi logistik dapat kembali normal.
Jembatan bailey yang ditinjau memiliki panjang 44 meter dan dirancang untuk menggantikan jembatan lama yang putus, sehingga akses ekonomi warga dapat segera pulih.
Prasetyo menambahkan, jembatan tersebut dibangun oleh Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, dengan daya dukung hingga 25 ton.
Kehadirannya diharapkan mampu mengembalikan konektivitas utama antardaerah serta memperlancar arus barang, jasa, dan aktivitas sosial masyarakat.
Di sela kunjungan, Presiden Prabowo juga berdialog dengan para pekerja dan warga setempat untuk menyerap aspirasi sekaligus mendengar langsung kondisi riil yang dihadapi masyarakat terdampak bencana.
