Pintasan.co, Jakarta -Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 5.000 desa nelayan dalam empat tahun ke depan sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi pesisir pada tahun 2026 ini.

“Selama Republik Indonesia berdiri belum pernah disentuh oleh pemerintah Republik Indonesia. Nelayan-nelayan kita belum pernah dapat perhatian. Mereka kadang-kadang belum tidak bisa punya es. Tidak ada pabrik es di desa mereka. Mereka sulit dapat solar. Mereka sulit untuk dapat akses ke pasar ini. Kita ubah kita totalnya dalam 4 tahun mendatang kita akan membangun 5.000 desa nelayan,” ujar Prabowo, Jumat (13/2/2026).

Presiden Prabowo Subianto menyinggung kondisi nelayan di wilayah terpencil yang selama ini dinilai belum tersentuh pembangunan optimal.

Ia menyebut banyak nelayan “menangis di pulau-pulau terpencil” karena minim fasilitas dan akses ekonomi.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memaparkan program pembangunan 5.000 desa nelayan dalam empat tahun ke depan. Pada 2026, pemerintah menargetkan 1.000 desa nelayan mulai beroperasi.

“Banyak yang nangis di pulau-pulau terpencil. Sekarang kita hadir, kita memberi harapan ke depan,” ungkap Prabowo.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Kumpulkan Pejabat Tinggi di Hambalang, Bahas Ketegangan Global