Pintasan.co, Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa Program Smart City menjadi salah satu fondasi utama dalam transformasi pelayanan kepolisian yang mengandalkan pemanfaatan teknologi digital.
Menurut Sigit, program tersebut dikembangkan sebagai pusat komando dan kendali yang berfungsi mendukung pelaksanaan tugas kepolisian secara terpadu, cepat, dan berbasis data. Smart City juga dirancang untuk menghubungkan berbagai sistem, perangkat, serta pemangku kepentingan guna mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.
“Program Smart City kami posisikan sebagai pusat komando dan kendali untuk menunjang tugas kepolisian yang terintegrasi, responsif, dan berbasis data,” ujar Sigit saat rapat kerja bersama Komisi III DPR, dilansir dari CNN Indonesia, Senin (26/1/2026).
Dalam implementasinya, Smart City berperan sebagai pusat pemantauan dan pengendalian yang memungkinkan fungsi komando, kendali, komunikasi, serta penyediaan informasi layanan publik berjalan secara real time. Dengan dukungan sistem tersebut, penanganan berbagai situasi di lapangan dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi dan terukur.
Sigit menjelaskan, Polri juga menyiapkan dukungan teknologi melalui platform yang memungkinkan integrasi data lintas sistem, pemantauan kondisi lapangan, hingga analisis situasi secara menyeluruh. Menurutnya, manfaat Smart City dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya dalam penanganan persoalan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pemanfaatan sistem digital, pemantauan berbasis CCTV, serta analitik data, lanjut Sigit, memungkinkan deteksi dini terhadap potensi gangguan, pencegahan risiko, dan percepatan respons atas kejadian di lapangan.
Selain itu, pengembangan Smart City berbasis Road Safety Policing juga menjadi bagian dari program tersebut. Fokusnya diarahkan pada peningkatan keselamatan berlalu lintas dan pengelolaan mobilitas masyarakat melalui integrasi data lalu lintas serta pemetaan daerah rawan kecelakaan.
“Integrasi data lalu lintas dan pemetaan wilayah rawan kecelakaan memungkinkan rekayasa lalu lintas yang lebih efektif sekaligus menekan risiko kecelakaan di titik-titik kritis,” jelasnya, dilansir dari CNN Indonesia.
Melalui penerapan Program Smart City dan solusi teknologi yang terintegrasi, Sigit menegaskan bahwa layanan kepolisian ke depan akan semakin modern, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ia menilai program ini menjadi fondasi penting dalam penguatan kamseltibcarlantas dan kamtibmas secara berkelanjutan, sekaligus menegaskan peran teknologi dalam transformasi layanan publik.
