Pintasan.co, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memastikan bahwa pembangunan Bandara Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan selesai pada akhir Desember 2024. Proyek infrastruktur strategis ini diharapkan menjadi gerbang utama yang mendukung aksesibilitas dan pertumbuhan kawasan IKN, serta mempercepat perwujudan Ibu Kota baru sebagai pusat pemerintahan dan bisnis.Bandara Nusantara, yang semula direncanakan sebagai bandara VVIP untuk keperluan resmi negara, kini akan dikonversi menjadi bandara komersial.

Keputusan ini diambil guna mendukung mobilitas masyarakat secara umum, baik dalam negeri maupun internasional. Presiden Jokowi menegaskan bahwa pembangunan bandara tersebut termasuk penambahan panjang runway hingga 3.000 meter, sehingga dapat melayani pesawat-pesawat berbadan lebar yang biasa digunakan dalam penerbangan jarak jauh.

“Saya baru saja mendarat di Bandara Nusantara, runway-nya sudah sangat baik dan mulus. Namun, pembangunan keseluruhan baru akan rampung pada akhir Desember. Saat itu, terminal dan runway akan siap sepenuhnya dengan panjang 3.000 meter sehingga pesawat berbadan lebar bisa mendarat dengan aman,” ungkap Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Teras Hutan IKN by Plataran, Rabu, 25 April 2024.

Jokowi menekankan pentingnya Bandara Nusantara dalam meningkatkan konektivitas ke IKN. Menurutnya, bandara ini akan menjadi salah satu penggerak utama dalam meningkatkan jumlah kunjungan ke Ibu Kota Nusantara, baik untuk kepentingan pemerintahan, bisnis, maupun pariwisata.

“Semakin banyak lalu lintas udara yang mengarah ke IKN, semakin cepat kawasan ini berkembang. Ini akan memberikan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan sosial di Ibu Kota baru kita,” tambahnya.

Transformasi Bandara Nusantara dari bandara VVIP menjadi bandara komersial merupakan langkah penting untuk mendukung aktivitas penerbangan umum. Nantinya, bandara ini tidak hanya melayani penerbangan domestik dan internasional reguler, tetapi juga akan digunakan untuk penerbangan khusus seperti haji dan umroh. Pada tahap awal, Bandara Nusantara diperkirakan mampu menampung hingga 200 ribu penumpang per tahun ketika diresmikan pada Desember 2024.

Baca Juga :  Optimisme Memudar: Kekalahan RK-Suswono di Pilkada DKI Mulai Terlihat

Namun, dengan pengembangan lebih lanjut, kapasitasnya akan ditingkatkan secara bertahap, dengan target jangka panjang mencapai 7 juta penumpang per tahun setelah bandara ini beroperasi penuh.

Tidak hanya runway, pembangunan terminal dan berbagai fasilitas penunjang bandara juga sedang dalam proses. Bandara Nusantara dirancang untuk menjadi salah satu bandara modern yang akan melayani kawasan strategis baru di Kalimantan Timur, yang menjadi lokasi IKN.

Dengan hadirnya bandara ini, pemerintah optimis bahwa arus lalu lintas udara menuju IKN akan semakin meningkat, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memperkuat posisi IKN sebagai pusat pemerintahan, bisnis, dan pariwisata.

Kehadiran Bandara Nusantara akan menciptakan ekosistem yang mendukung aktivitas warga dan pelaku usaha di sekitar IKN. Presiden Jokowi berharap, dengan peningkatan infrastruktur ini, investasi di IKN akan terus bertambah, membawa manfaat besar bagi pembangunan daerah dan negara secara keseluruhan.

Secara keseluruhan, Bandara Nusantara diharapkan menjadi simbol dari ambisi besar Indonesia untuk menciptakan pusat pemerintahan yang modern, terhubung secara global, dan siap menghadapi tantangan masa depan.