Pintasan.co, Jakarta – Pembangunan proyek Infrastruktur Energi Terintegrasi di Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur, tak hanya meningkatkan ketahanan energi tetapi juga mendongkrak perekonomian lokal. Proyek ini menciptakan ribuan lapangan kerja dan menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitarnya, seperti dilansir dari Kompas.com.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengungkapkan besarnya dampak proyek ini.
“Pada fase konstruksi, Proyek Strategis Nasional (PSN) itu telah menyerap sekitar 24.000 tenaga kerja,”ujarnya.
Sebagian besar pekerja berasal dari dalam negeri. Saat beroperasi nanti, kilang ini akan melibatkan sekitar 2.000 tenaga kerja langsung.
Warung Makan Lokal Kebanjiran Order dari Pekerja Proyek
Dampak positif langsung terasa oleh pelaku UMKM di sekitar lokasi proyek. Yanti, pemilik warung makan, mengaku pendapatannya meningkat signifikan sejak proyek dimulai. Warungnya ramai dikunjungi pekerja untuk makan siang.
“Alhamdulillah, untuk sehari-hari perputaran (uang) ada. Mudah-mudahan para pekerja tetap bisa datang walau proyek selesai,” harap Yanti. Kisah serupa disampaikan Tuti, pemilik Warung Kube Mandiri. “Makan siang ramai sekali, kadang tempat duduknya kurang. Lumayan sekali ada proyek itu dan sangat membantu,” ujarnya.
Proyek terintegrasi yang mencakup pembangunan pipa gas, tangki penyimpanan, hingga kompleks pengolahan minyak ini diharapkan menjadi penopang distribusi energi utama di Indonesia Timur. Keberhasilannya tidak hanya diukur dari capaian teknis, tetapi juga dari manfaat berkelanjutan yang dirasakan masyarakat sekitar.
