Pintasan.co, Jakarta – Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PP PDUI) resmi membuka Kongres Nasional (KONAS) III PDUI yang digelar di Hotel Novotel, Tangerang, Banten, Sabtu, (31/1/ 2026).

Kongres ke tiga tahun ini mengusung tema “Memperkuat Peran dan Kapasitas Dokter Umum dalam Mewujudkan Asta Cita di Bidang Kesehatan”, sebagai refleksi komitmen PDUI dalam memperkuat posisi dokter umum sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan nasional.

Pembukaan KONAS III PDUI dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah. Kegiatan ini pun dihadiri sejumlah tokoh nasional, pemangku kepentingan sektor kesehatan, perwakilan kementerian, jajaran Ikatan Dokter Indonesia (IDI), pengurus PDUI dari seluruh Indonesia, serta ratusan dokter umum dari berbagai daerah.

Koordinator Presidium Pengurus Pusat PDUI, dr. Nurhadji Abdullah Kastari, menegaskan bahwa peran dokter umum tidak hanya terbatas pada pelayanan kuratif, melainkan harus semakin diperkuat pada aspek preventif dan promotif.

“Dokter umum adalah garda terdepan layanan kesehatan. Ke depan, fungsi preventif dan promotif harus lebih dioptimalkan agar derajat kesehatan masyarakat meningkat. Jangan hanya menunggu orang sakit,” ujar dr. Nurhadji dalam konferensi pers.

Ia juga menyoroti persoalan distribusi dokter yang belum merata. Saat ini, jumlah dokter umum di Indonesia telah mencapai lebih dari 160 ribu orang dan diperkirakan terus bertambah hingga 15 ribu lulusan per tahun. Namun, mayoritas dokter masih terkonsentrasi di kota-kota besar.

“Di daerah perifer, bahkan hanya keluar sedikit dari kota, jumlah dokter sudah sangat berkurang. Ini perlu kolaborasi serius antara PDUI dan pemerintah agar tenaga dokter bisa terdistribusi lebih merata, terutama di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan,” tegasnya.

Terkait pelaksanaan kongres, dr. Nurhadji menjelaskan bahwa KONAS merupakan forum tertinggi organisasi yang digelar setiap tiga tahun sekali. Selain agenda reorganisasi, kongres menjadi momentum penting untuk merumuskan program kerja strategis PDUI ke depan.

“Keputusan kongres adalah aspirasi seluruh cabang dari Sabang sampai Merauke. Pengurus baru nantinya harus mengawal dan merealisasikan program kerja tersebut demi kemajuan profesi dokter umum,” katanya.

Ia juga berharap para dokter dapat menjalankan profesinya secara profesional, mendapatkan perlindungan hukum, serta kesejahteraan yang layak, khususnya bagi dokter yang mengabdi di wilayah DTPK (daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan).

Baca Juga :  Menkomdigi Ungkap Data Mencengangkan: 5,5 Juta Konten Pornografi Anak Ditemukan dalam 4 Tahun Terakhir

Menanggapi berbagai kasus medis yang kerap memicu saling menyalahkan, dr. Nurhadji menekankan pentingnya audit menyeluruh. “Setiap kasus harus dilihat secara objektif melalui audit. Pelayanan kesehatan adalah kerja tim yang melibatkan banyak unsur. Solusinya bukan saling menyalahkan, tapi kolaborasi dan perbaikan sistem,” ujarnya.

Sementara itu, dr. Haerul Anwar, Ketua Panitia Konas dalam laporannya menegaskan bahwa kongres ini tidak sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi ruang paling strategis untuk menentukan arah besar profesi dokter umum di Indonesia.

“Ini bukan sekadar pertemuan rutin. KONAS adalah kedaulatan tertinggi organisasi kita. Di sinilah tempat kita menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, merumuskan arah kebijakan strategis profesi, serta memilih nakhoda baru Presidium PP PDUI dan Ketua KDI untuk periode mendatang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, senior organisasi, sponsor, dan mitra yang mendukung penuh terselenggaranya KONAS III PDUI.

Menariknya, ia menambahkan bahwa sebagian dana pendaftaran peserta akan disalurkan untuk membantu korban bencana di Sumatera sebagai bentuk kepedulian sosial dokter umum.

“Sebagian dana pendaftaran peserta kali ini juga akan kami donasikan untuk membantu saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera, sebagai wujud kepedulian sosial dokter umum,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah dalam sambutannya mengapresiasi terpilihnya Provinsi Banten sebagai tuan rumah KONAS III PDUI. Ia menilai dokter memiliki peran strategis tidak hanya dari sisi keilmuan, tetapi juga dari aspek moral dan kepemimpinan.

“Dokter adalah pahlawan kesehatan. Mereka tidak membedakan pasien, sabar, dan bahkan kata-katanya saja sudah bisa menyembuhkan. Dokter juga belajar tanpa batas dan bekerja secara tim, menunjukkan kepemimpinan yang kuat,” ujar Wakil Gubernur Banten.

Ia berharap kongres ini mampu melahirkan visi, misi, serta program kerja yang memperkuat kontribusi dokter umum dalam membangun masyarakat yang sehat, kuat, dan produktif.