Pintasan.co – Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, pada Jumat menegaskan penolakan tegas terhadap segala bentuk campur tangan asing dalam urusan internal negaranya.
Pernyataan itu disampaikan menyusul peringatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut AS akan bertindak jika Iran “membunuh para demonstran damai”.
Melalui unggahan di platform media sosial X, Araghchi menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran berada dalam kondisi siaga penuh. Ia menekankan bahwa Iran siap mempertahankan kedaulatannya jika terjadi pelanggaran. Pernyataan tersebut merupakan respons atas komentar Trump di Truth Social yang menyatakan Amerika Serikat akan “datang untuk menyelamatkan mereka” apabila aparat Iran menembaki demonstran damai.
Aksi unjuk rasa dilaporkan pecah di sejumlah kota di Iran sejak Minggu (28/12). Gelombang protes tersebut dipicu oleh penurunan tajam nilai mata uang Iran, rial, yang terus melemah dalam beberapa waktu terakhir.
Araghchi menyatakan bahwa unjuk rasa damai merupakan hak warga negara, terutama bagi masyarakat yang terdampak volatilitas nilai tukar. Namun demikian, ia juga menyoroti adanya sejumlah insiden kekerasan terpisah, termasuk serangan terhadap kantor polisi serta pelemparan bom molotov ke arah petugas keamanan.
Ia menegaskan bahwa tindakan kriminal dan perusakan terhadap properti publik tidak dapat ditoleransi oleh pemerintah Iran.
Media Iran melaporkan sedikitnya tiga orang tewas dan 13 personel keamanan terluka dalam bentrokan yang terjadi selama aksi unjuk rasa di dua provinsi dalam 24 jam terakhir hingga Kamis (1/1).
Wakil Gubernur Provinsi Lorestan bidang politik, keamanan, dan sosial, Saeid Pourali, mengaitkan gelombang unjuk rasa terbaru dengan persoalan ekonomi. Menurutnya, tekanan ekonomi yang dialami masyarakat, termasuk volatilitas mata uang dan kekhawatiran terhadap mata pencaharian, merupakan dampak langsung dari sanksi Barat yang dinilainya “kejam”.
Rial Iran terus melemah sejak Amerika Serikat menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran tahun 2015 pada 2018 dan kembali memberlakukan sanksi ekonomi. Saat ini, nilai tukar di pasar terbuka menunjukkan 1 dolar AS diperdagangkan di atas 1,35 juta rial.
