Pintasan.co, Jakarta – Perusahaan aluminium asal Rusia, Rusal, berencana merekrut pekerja migran Indonesia dari kalangan lulusan SMK melalui program pengembangan keterampilan tingkat lanjut.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyebut rencana tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong lahirnya pekerja migran Indonesia (PMI) yang profesional dan berdaya saing tinggi.
Menurut Mukhtarudin, pemerintah ke depan akan mengubah fokus penempatan PMI dari sektor domestik ke sektor profesional dengan keahlian menengah hingga tinggi.
Ia menilai Indonesia memiliki bonus demografi yang besar, sementara Rusia menjadi mitra strategis yang mampu menyerap potensi tersebut.
Untuk mendukung program ini, Kementerian P2MI siap menyiapkan calon PMI dengan keterampilan dasar yang kuat agar dapat mengikuti pendidikan lanjutan di Rusia.
Selain itu, kurikulum pendidikan vokasi, khususnya di bidang pengelasan, akan disesuaikan dengan standar yang berlaku di Rusia.
KP2MI juga akan berkoordinasi dengan sejumlah kementerian terkait, seperti Kementerian Perindustrian dan Kementerian ESDM, guna memastikan lulusan program ini dapat langsung diserap di proyek-proyek strategis nasional setelah menyelesaikan pendidikan.
Sementara itu, perwakilan Rusal, Alexey Mirsky, mengungkapkan bahwa perusahaannya akan mengundang 50 lulusan SMK terbaik dari Indonesia untuk mengikuti program pendidikan dan pelatihan di Rusia.
Program tersebut meliputi satu tahun pelatihan bahasa dan satu tahun pendalaman keterampilan teknis di lima bidang utama, yaitu konstruksi, permesinan, ilmu material, transportasi, dan ketenagalistrikan.
Usai menyelesaikan pendidikan, para peserta akan mendapatkan kontrak kerja selama lima tahun di sektor pengelasan.
Bagi peserta yang mampu mencapai tingkat keahlian grade 6 sesuai standar Rusia, mereka berpeluang memperoleh gaji hingga 200 ribu rubel atau sekitar Rp43,8 juta per bulan.
Mirsky menambahkan, skema program ini dirancang berbasis alih pengetahuan, dengan pembagian penempatan 25 peserta bekerja di Rusia dan 25 lainnya ditempatkan di kantor perwakilan atau proyek strategis Rusia di Indonesia, seperti fasilitas pengilangan.
Sebagai tindak lanjut, KP2MI dan Rusal telah sepakat menyusun nota kesepahaman dan proposal kerja sama teknis.
Program ini ditargetkan mulai berjalan pada Mei 2026 dengan tahap rekrutmen, sementara keberangkatan peserta direncanakan pada September 2026.
Kerja sama ini juga menjadi bagian dari program Quick Win Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan SMK Go Global, dengan tujuan mencetak dan menempatkan PMI terampil di pasar internasional secara luas dan terlindungi.
