Pintasan.co, JakartaMenteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menilai Greenland bukan bagian yang tumbuh secara alami dari Denmark, melainkan wilayah yang dikuasai melalui ekspansi kolonial. Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan internasional terkait status dan masa depan Greenland.

Dalam konferensi pers di Moskow pada Selasa (20/1/2026), Lavrov menegaskan Rusia tidak memiliki niat untuk mencampuri urusan Greenland. Ia juga menyatakan Amerika Serikat memahami bahwa Moskow tidak memiliki agenda untuk menguasai wilayah tersebut.

Lavrov mempertanyakan anggapan bahwa Greenland merupakan bagian alami Denmark maupun Norwegia. Menurutnya, wilayah itu terbentuk sebagai hasil penaklukan kolonial, meskipun saat ini penduduknya telah beradaptasi dan hidup nyaman di bawah pemerintahan Denmark.

Isu Greenland kembali mencuat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keinginannya mengambil alih wilayah otonom Denmark tersebut demi alasan keamanan nasional. Trump bahkan mengancam akan mengenakan tarif terhadap negara-negara Eropa yang menentang rencana itu.

Rusia memandang positif meningkatnya perbedaan sikap antara Amerika Serikat dan negara-negara Eropa soal Greenland. Namun, Moskow menegaskan tidak memiliki kepentingan strategis maupun rencana untuk menguasai wilayah tersebut.

Di sisi lain, sejumlah negara Eropa menilai ancaman tarif Trump melanggar kesepakatan dagang yang telah disepakati sebelumnya. Para pemimpin Uni Eropa pun dijadwalkan menggelar pertemuan darurat di Brussels pada Kamis mendatang guna membahas kemungkinan langkah balasan.

Baca Juga :  AS Pertimbangkan Larangan Perjalanan untuk Pengunjung dari 43 Negara, Termasuk Rusia