Pintasan.co, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto kembali mengambil langkah tegas. Hari ini, ia mengumpulkan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih dalam sebuah retret khusus yang berlangsung di Padepokan Garuda Yaksa, Bukit Hambalang, Bogor (6/1/2026).
Retret satu hari ini merupakan retret jilid kedua era Pemerintahan Prabowo-Gibran. Sebelumnya, mereka juga menggelar retret serupa di Akademi Militer (Akmil) Magelang pada Oktober 2024.
Sejumlah pejabat tinggi telah mengonfirmasi kehadiran mereka. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membenarkan agenda ini.
“Besok ada retret,“ ujarnya di Istana Kepresidenan, Senin (5/1/2026).
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto juga memberikan konfirmasi. “Undangan untuk besok saja, untuk seluruh anggota Kabinet,” tutur Bima Arya. Bahkan, kata dia, ada dress code khusus berupa setelan cokelat muda atau khaki.
Apa Saja Agenda Retret di Hambalang?
Retret di kediaman pribadi Presiden Prabowo ini dijadwalkan mulai pukul 14.00 WIB. Meski detail agenda tertutup, retret kabinet biasanya membahas:
- Evaluasi Kinerja: Meninjau capaian dan tantangan program kerja sepanjang 2025.
- Strategi 2026: Menyusun langkah prioritas dan koordinasi antar kementerian.
- Penguatan Tim: Membangun kepercayaan dan komunikasi di luar kantor.
- Arahan Presiden: Momen bagi Prabowo Subianto menyampaikan visi langsung kepada seluruh tim.
Mengikuti Jejak Sukses Retret di Magelang
Retret ini mengikuti pola retret perdana di Akmil Magelang. Saat itu, para menteri dan wamen ikut team building fisik. Mereka memakai seragam loreng, baris-berbaris, hingga trekking ke Gunung Tidar. Lebih dari 40 pemateri elit juga hadir memberikan pembekalan.
Retret di Hambalang kali ini diprediksi lebih fokus pada diskusi strategis. Suasana Padepokan Garuda Yaksa yang privat mendukung hal tersebut.
Mengapa Retret Kabinet Sangat Penting?
Di tengah tantangan global, pemerintah butuh koordinasi yang solid. Retret kabinet adalah investasi strategis. Tujuannya untuk:
- Memecahkan Masalah Lebih Cepat: Komunikasi intensif meminimalisir hambatan birokrasi.
- Menghasilkan Kebijakan yang Tepat: Koordinasi baik membuat program pemerintah saling mendukung.
- Membangun Tanggung Jawab Bersama: Seluruh anggota kabinet merasa memiliki keberhasilan pemerintahan.
Dengan mengumpulkan seluruh menteri dan wamen, Prabowo memberi pesan tegas: sinergi dan kerja tim adalah kunci sukses Kabinet Merah Putih. Hasil retret ini dinantikan menjadi fondasi kebijakan strategis Indonesia menuju 2026.
