Pintasan.co, Jakarta – Pemerintah Spanyol menegaskan bahwa seluruh sumber daya alam Venezuela, termasuk minyak, merupakan hak mutlak rakyat Venezuela. Madrid menolak segala bentuk upaya pihak luar yang berpotensi melemahkan kedaulatan negara tersebut.
Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menyatakan bahwa penguasaan sumber daya alam merupakan inti kedaulatan negara. Dalam wawancara dengan Radio Nacional de EspaƱa (RNE), Rabu (7/1/2026), dia menegaskan bahwa komunitas internasional wajib menghormati prinsip tersebut.
Albares menilai sumber daya alam tidak dapat dipisahkan dari kedaulatan nasional. Menurut dia, hak atas minyak Venezuela sepenuhnya berada di tangan rakyatnya.
Albares memandang perkembangan situasi di Caracas sebagai sinyal berbahaya bagi tatanan internasional. Dia menilai pengikisan kedaulatan atas sumber daya alam dapat merusak stabilitas hubungan global.
Dia menegaskan bahwa praktik tersebut berpotensi melemahkan sistem internasional yang berbasis hukum dan aturan.
Spanyol menolak penggunaan kekuatan dan campur tangan eksternal di Venezuela. Albares menegaskan bahwa Madrid mendukung penyelesaian konflik secara damai dan demokratis.
Dia menekankan bahwa rakyat Venezuela harus menentukan masa depan negaranya sendiri tanpa tekanan dari pihak luar.
Spanyol mendorong dialog terbuka antara pemerintah dan oposisi Venezuela. Albares menyebut dialog sebagai jalan utama menuju solusi yang berkelanjutan dan demokratis.
Dia juga menyatakan kesiapan Spanyol untuk memfasilitasi mediasi jika semua pihak menganggapnya perlu. Menurutnya, Spanyol berperan sebagai jembatan komunikasi, bukan pemicu konflik.
Dalam pernyataan terpisah, Albares menolak keras upaya perubahan batas wilayah melalui kekuatan. Dia menentang wacana pengambilalihan Greenland dan menyatakan solidaritas penuh kepada Denmark.
Menurut Albares, wilayah tidak dapat berpindah tangan secara sepihak. Dia menegaskan bahwa rakyat Greenland berhak menentukan masa depan mereka sendiri.
Albares menyerukan penguatan kedaulatan politik, ekonomi, dan strategis Uni Eropa. Dia menilai Eropa harus bersatu menghadapi tantangan global, termasuk konflik di Ukraina dan meningkatnya ketegangan geopolitik.
Dia menegaskan bahwa agresi tetap merupakan agresi tanpa memandang pelakunya. Menurut Albares, keamanan Eropa menuntut sikap tegas dan suara yang mandiri.
