Pintasan.co – Mensucikan diri dari hadas kecil merupakan salah satu syarat sah dalam melaksanakan ibadah, seperti salat, tawaf, dan memegang mushaf Al-Qur’an.
Hadas kecil biasanya disebabkan oleh hal-hal seperti buang air kecil, buang air besar, buang angin, tidur, dan lain-lain yang membatalkan wudhu. Cara mensucikan diri dari hadas kecil adalah dengan melakukan wudhu sesuai tuntunan syariat Islam.
Niat
Langkah pertama dalam wudhu adalah berniat untuk mensucikan diri karena Allah. Niat ini dilakukan di dalam hati, meski boleh diucapkan secara lisan.
Bunyi niat wudhu yang biasa diucapkan adalah:
نَوَيْتُ الوُضُوءَ لِرَفْعِ الحَدَثِ الأَصْغَرِ لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil karena Allah Ta’ala.”
Namun, yang terpenting dalam niat adalah kehadiran hati untuk berwudhu dalam rangka menjalankan perintah Allah.
Membasuh Kedua Tangan
Basuh kedua tangan hingga pergelangan sebanyak tiga kali. Pastikan semua bagian tangan terkena air, dan bersihkan sela-sela jari.
Berkumur dan Memasukkan Air ke Hidung
Kumur-kumur sebanyak tiga kali dan hirup air ke dalam hidung hingga mencapai pangkal hidung, lalu keluarkan airnya. Hal ini juga dilakukan tiga kali.
Membasuh Wajah
Basuh seluruh wajah dari tempat tumbuhnya rambut di dahi hingga ke dagu, dan dari telinga kiri ke telinga kanan sebanyak tiga kali. Pastikan air mengenai seluruh bagian wajah.
Membasuh Kedua Tangan hingga Siku
Basuh tangan kanan dari ujung jari hingga siku sebanyak tiga kali, kemudian lakukan hal yang sama pada tangan kiri.
Mengusap Sebagian Kepala
Usap kepala dengan cara membasahi kedua tangan, lalu letakkan di depan kepala dan tarik ke belakang hingga ke tengkuk, kemudian kembalikan ke depan. Ini cukup dilakukan satu kali.
Mengusap Kedua Telinga
Dengan sisa air yang ada di tangan setelah mengusap kepala, usap bagian luar dan dalam telinga dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk. Lakukan satu kali.
Membasuh Kedua Kaki hingga Mata Kaki
Basuh kaki kanan hingga mata kaki sebanyak tiga kali, pastikan air mencapai sela-sela jari. Ulangi pada kaki kiri dengan cara yang sama.
Tertib (Melakukan Secara Berurutan)
Wudhu harus dilakukan secara berurutan sesuai dengan urutan yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Jika urutan ini tidak diikuti, wudhu menjadi tidak sa
Setelah selesai berwudhu, dianjurkan membaca doa berikut:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ المُتَطَهِّرِينَ
Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci.”
Doa ini memiliki keutamaan yang besar. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa siapa yang membaca doa ini setelah berwudhu, akan dibukakan baginya pintu-pintu surga yang berjumlah delapan, dan ia dapat memasukinya dari pintu mana saja yang ia kehendaki (HR. Muslim).
Hikmah dari Wudhu
Wudhu bukan hanya sebagai syarat sahnya ibadah, tetapi juga memiliki banyak hikmah. Secara fisik, wudhu membantu menjaga kebersihan tubuh dari kotoran dan kuman. Secara spiritual, wudhu adalah sarana untuk membersihkan diri dari dosa-dosa kecil, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
“Apabila seorang hamba muslim atau mukmin berwudhu, lalu dia membasuh wajahnya, maka keluarlah dari wajahnya semua dosa yang dia lihat dengan kedua matanya bersama air (atau bersama tetesan air) terakhir. Apabila dia membasuh kedua tangannya, keluarlah dari kedua tangannya setiap dosa yang dilakukan oleh kedua tangannya bersama air (atau bersama tetesan air) terakhir. Apabila dia membasuh kedua kakinya, keluarlah setiap dosa yang dilakukan oleh kedua kakinya bersama air (atau bersama tetesan air) terakhir, sehingga dia keluar dalam keadaan bersih dari dosa.” (HR. Muslim).
Mensucikan diri dari hadas kecil melalui wudhu merupakan bagian dari kebersihan lahir dan batin dalam Islam. Tata cara wudhu yang dilakukan dengan benar tidak hanya memastikan sahnya ibadah yang kita lakukan, tetapi juga menjadi salah satu bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT dalam menjaga kebersihan dan kesucian.