Pintasan.co, JakartaUni Eropa membuka peluang mengaktifkan regulasi khusus untuk memblokir produk Amerika Serikat jika Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif tinggi sebagai langkah balasan perdagangan. Opsi ini muncul setelah Trump kembali melontarkan ancaman kenaikan tarif terhadap sejumlah negara.

Para pemimpin Uni Eropa menggelar pertemuan pada Minggu (19/1/2026) untuk membahas sikap Trump, termasuk isu Greenland. Dalam forum tersebut, Presiden Prancis Emmanuel Macron mendorong Uni Eropa mempertimbangkan penggunaan pasal anti-pemaksaan perdagangan yang dikenal sebagai trade bazooka.

Aturan tersebut memungkinkan Uni Eropa membatasi akses produk AS ke pasar Eropa atau menerapkan pengendalian ekspor sebagai respons. Meski begitu, regulasi itu awalnya dirancang untuk menghadapi tekanan dari negara seperti China, bukan mitra strategis seperti Amerika Serikat.

Selain itu, Uni Eropa juga mempertimbangkan penerapan tarif balasan terhadap barang AS dengan nilai mencapai €93 miliar. Kepala makro global ING, Carsten Brzeski, menilai sejumlah pemimpin Eropa menunjukkan kesiapan untuk mengambil sikap lebih tegas terhadap ancaman Washington.

Namun, peneliti senior Brookings Institution, Dan Hamilton, mengingatkan bahwa penerapan trade bazooka membutuhkan waktu berbulan-bulan. Ia juga menilai aksi saling balas tarif berpotensi merugikan perekonomian kedua pihak.

Hamilton menambahkan, ancaman terbaru Trump dapat merusak kesepakatan perdagangan yang sebelumnya tercapai antara AS, Inggris, dan Uni Eropa, sekaligus memperburuk hubungan antarsekutu. Trump sendiri sebelumnya mengancam akan menaikkan tarif terhadap negara yang menolak rencana Amerika Serikat mengambil alih Greenland.

Baca Juga :  Presiden Trump Tandatangani Perintah Eksekutif untuk Bentuk Cadangan Bitcoin Strategis