Pintasan.co, Surabaya – Viral di media sosial sebuah ponten atau biasa disebut kamar mandi umum yang ada di salah satu taman di Surabaya diduga berubah menjadi tempat tinggal. Orang yang diduga tinggal di sana sudah lansia.
“Toilet umum di sebuah taman di Surabaya diduga dijadikan tempat tinggal liar,” demikian keterangan video kiriman salah satu akun Instagram yang dilihat pintasan.co, Selasa (1/7/2025).
Dalam keterangan video itu dituliskan bahwa ponten umum yang harusnya jadi fasilitas untuk publik justru dimanfaatkan seseorang sebagai tempat tinggal.
“Toilet atau ponten umum yang seharusnya menjadi fasilitas untuk digunakan warga diduga berubah fungsi menjadi tempat tinggal liar. Hal ini terjadi di sebuah taman yang ada di Kota Surabaya. Ada yang bisa nebak lokasinya?” Demikian keterangan di video itu.
Berdasarkan hasil penelusuran pintasan.co, lokasi ponten yang dimaksud berada di Taman Lumumba, di Kelurahan Ngagel, Kecamatan Wonokromo.
Berdasarkan pantauan pintasan.co, saat melihat lebih dekat, bangunan ponten yang cukup kokoh itu berada di Taman Lumumba yang berada di bantarn sungai atau Kali Jagir.
Sebenarnya ponten itu diperuntukkan bagi publik yang berkunjung ke taman. Orang yang diduga menjadikannya tempat tinggal sebenarnya menjaga ponten itu.
Memang terlihat di sekitar ponten perabot rumah tangga diletakkan di dalam bangunan ponten. Ada lemari pakaian, bak berisi pakaian, kompor gas, hingga lemari es.
Lansia yang berada di dalam bangunan ponten itu adalah Taspiah (72). Dia tidak tinggal di ponten itu.
“Saya di sini disuruh jaga sama anak saya,” kata Taspiah, Selasa (1/7/2025).
Anak yang dia maksud adalah Tumini (46), pengelola ponten itu. Tumini sengaja meminta Taspiah berjaga di ponten itu mana tahu ada pengunjung taman yang hendak memanfaatkannya.
“Anakku namanya Tumini, aku asline Jombang. Terus aku dipanggil ke sini. ‘Mak jogono kene. Aku tak ngaji, sama ngeterno putuku’. Aku nggak tahu apa-apa,” kata Taspiah.
Setiap pagi Taspiah dan Tumini membuka ponten itu dan menjaganya hingga malam hari sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah itu dia pulang ke rumah anaknya di Jalan Lumumba, Ngagel.
Tumini dan Taspiah hampir seharian penuh mereka berdua menjaga ponten itu, tidak hanya menjaga ponten itu, Tumini dan Taspiah yang sudah lansia itu jug mletakkan barang di bangunan ponten itu.