Pintasan.co, Jombang – Jangan menyepelekan uang koin. Meski uang koin nilainya kecil, tetapi apabila ditabung bisa bernilai besar. Hal ini dibuktikan oleh Lilik Setyorini (43).
Warga Dusun Mojolegi, Desa Dukuhmojo, Mojoagung, Jombang itu membayar daftar biaya umrah Rp 31 juta dengan uang koin. Uang tersebut dia bawa ke agen travel haji dan umrah menggunakan gerobak dorong.
Lilik daftar umrah melalui Travel Haji Plus dan Umroh Assalaam Berkah Abadi (ASABI) di desanya. Uniknya, biaya pendaftaran umrah sejumlah Rp 31 juta itu ia bayar dengan uang koin pecahan Rp 500 dan Rp 1.000.
Uang koin itu dikemas dalam 30 toples plastik dan 2 galon. Ia lantas mengantarkannya ke kantor agen travel menggunakan gerobak cor (artco). Setibanya di lokasi, uang koin Lilik langsung dihitung oleh para karyawan ASABI.
Baca juga : Kejujuran Pilar Utama dalam Kehidupan
“Alhamdulillah ini terkumpul Rp 31,5 juta lebih. Ini langsung saya bayarkan ke travelnya,” kata Lilik
Istri Nur Aini Ruba’i ini mengaku kerap mengumpulkan uang koin sisa belanja untuk ditabung sejak 2020 lalu. Dalam sehari, ia biasa menyisihkan uang antara Rp 1.000, Rp 5.000 hingga Rp 10.000.
“Uang koin sisa-sisa uang belanja itu saya masukan tabungan. Biasanya yang ditabung pecahan Rp 1.000 dan Rp 500,” ungkapnya.
Lilik tak menyangka uang koin yang ditabungnya bakal membawanya ke Tanah suci. Dari agen travel, Lilik akan dijadwalkan berangkat umrah bulan depan.
“Insyallah bulan depan (November 2024). Kata travelnya berangkat bulan depan tanggal 14,” jelasnya.
Pemilik Travel Haji Plus dan Umroh ASABI, Buya Febri terkejut saat Lilik mendaftar umrah menggunakan uang koin. Menurutnya, ini baru pertama kali terjadi di perusahaannya.
“Semoga apa yang dilakukan jemaah kami ini bisa jadi contoh untuk seluruh warga. Bahwa untuk umrah bahkan haji tidak ada yang tidak mungkin. Karena kita bisa menabung dari setiap koin demi koin, setiap rupiah demi rupiah,”ungkapnya.
Buya mengaku tidak merasa kesulitan saat menerima uang koin itu. Sebab, ia menerima uang koin tersebut secara ikhlas karena melihat perjuangan Lilik menabung untuk menunaikan umrah.
“Kebetulan tim kami ada sekitar 12-15 orang membantu menghitung uang koin itu,” pungkasnya.