Pintasan.co – Presiden Prabowo Subianto dikabarkan berencana mengalokasikan 10 persen saham PT Freeport Indonesia bagi masyarakat Papua. Wacana tersebut disampaikan dalam pengarahan kepada para kepala daerah se-Tanah Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Informasi itu diungkapkan oleh Velix Wanggai dari Komite Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPP-OKP) usai menghadiri pertemuan bersama Presiden. Menurut Velix, Presiden Prabowo memberikan arahan agar skema divestasi saham Freeport kembali dibahas, khususnya terkait porsi kepemilikan untuk orang asli Papua.
“Ada arahan dari Bapak Presiden agar kita mendiskusikan kembali skema divestasi Freeport, terutama 10 persen yang menjadi hak masyarakat asli Papua. Pembahasannya akan dilakukan bersama para gubernur di wilayah Papua dan masih dalam kerangka penganggaran,” ujar Velix kepada wartawan.
Meski demikian, Velix menegaskan bahwa rencana tersebut belum final dan akan dibahas lebih lanjut oleh pemerintah pusat. Proses pembahasan lanjutan akan difasilitasi oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang turut hadir dalam pengarahan Presiden.
“Nanti pembahasan teknisnya akan difasilitasi oleh Mendagri dan Menteri ESDM,” katanya.
Sebagai informasi, pada 2018 lalu Indonesia resmi menjadi pemegang saham mayoritas PT Freeport Indonesia setelah menguasai 51 persen saham melalui BUMN.
Dari porsi tersebut, Kementerian BUMN sebelumnya telah menyepakati pengalihan 10 persen saham kepada Pemerintah Daerah Papua melalui badan usaha milik daerah (BUMD).
