Pintasan.co, Jakarta – Pemerintahan Presiden Donald Trump berencana menarik Amerika Serikat dari 66 organisasi internasional, yang terdiri atas 31 lembaga di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan 35 organisasi internasional non-PBB.

Kebijakan ini menandai pergeseran signifikan arah politik luar negeri AS, khususnya terkait isu perubahan iklim, demokrasi, dan kerja sama multilateral.

Gedung Putih menjelaskan bahwa penarikan diri tersebut menyasar lembaga-lembaga yang dinilai tidak sejalan dengan kepentingan nasional Amerika Serikat serta dianggap mendorong agenda keberagaman dan inisiatif yang dikategorikan sebagai “woke”.

Sejumlah organisasi yang ditinggalkan selama ini berfokus pada isu iklim, ketenagakerjaan, migrasi, hingga pembangunan berkelanjutan.

Dalam memorandum kebijakan terbaru, Gedung Putih menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan lagi terlibat dalam forum internasional yang dinilai bertentangan dengan kedaulatan dan kepentingan nasionalnya.

Langkah ini sekaligus mempertegas keputusan Presiden Trump untuk kembali menarik AS dari Perjanjian Paris, yang efektif berlaku pada 27 Januari 2026.

Dengan hengkangnya AS dari Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), Washington pada praktiknya keluar dari seluruh mekanisme negosiasi iklim global.

Meski demikian, pemerintah AS memastikan tetap mempertahankan keanggotaan di sejumlah lembaga strategis, seperti Dewan Keamanan PBB, Program Pangan Dunia (WFP), serta Badan Pengungsi PBB (UNHCR), yang dinilai penting bagi kepentingan keamanan dan kemanusiaan internasional.

Daftar lengkap organisasi yang ditinggalkan telah dipublikasikan melalui laman resmi Gedung Putih, dikutip pada Jumat (9/1/2026).

31 Organisasi di Bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

  1. Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB (UNDESA)
  2. Dewan Ekonomi dan Sosial PBB – Komisi Ekonomi untuk Afrika (ECOSOC-ECA)
  3. ECOSOC – Komisi Ekonomi untuk Amerika Latin dan Karibia (ECLAC)
  4. ECOSOC – Komisi Ekonomi dan Sosial untuk Asia dan Pasifik (ESCAP)
  5. ECOSOC – Komisi Ekonomi dan Sosial untuk Asia Barat (ESCWA)
  6. Komisi Hukum Internasional (ILC)
  7. Mekanisme Residual Internasional untuk Pengadilan Pidana (IRMCT)
  8. Pusat Perdagangan Internasional (ITC)
  9. Kantor Penasihat Khusus PBB untuk Afrika (OSAA)
  10. Kantor Perwakilan Khusus Sekjen PBB untuk Anak dalam Konflik Bersenjata (OSRSG-CAAC)
  11. Kantor Perwakilan Khusus Sekjen PBB untuk Kekerasan Seksual dalam Konflik (OSRSG-SVC)
  12. Kantor Perwakilan Khusus Sekjen PBB untuk Kekerasan terhadap Anak (SRSG-VAC)
  13. Komisi Pembangunan Perdamaian (PBC)
  14. Dana Pembangunan Perdamaian PBB (PBF)
  15. Forum Tetap PBB untuk Orang Keturunan Afrika (PFPAD)
  16. Aliansi Peradaban PBB (UNAOC)
  17. Program Kolaboratif PBB untuk Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (UN-REDD)
  18. Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD)
  19. Dana Demokrasi PBB (UNDEF)
  20. Energi PBB (UN Energy)
  21. Badan PBB untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (UN Women)
  22. Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC)
  23. Program Permukiman Manusia PBB (UN-Habitat)
  24. Institut Pelatihan dan Penelitian PBB (UNITAR)
  25. Kelautan PBB (UN Oceans)
  26. Dana Kependudukan PBB (UNFPA)
  27. Daftar Senjata Konvensional PBB (UNROCA)
  28. Dewan Eksekutif Kepala Sistem PBB untuk Koordinasi (CEB)
  29. Sekolah Staf Sistem PBB (UNSSC)
  30. Air PBB (UN Water)
  31. Universitas PBB (UNU)
Baca Juga :  Purbaya Yudhi Sadewa Siapkan Pembersihan Besar di Bea Cukai dan Pajak

35 Organisasi Internasional Non-PBB

  1. Pakta Energi Bebas Karbon 24/7 (24/7 CFE Compact)
  2. Dewan Rencana Colombo (Colombo Plan Council)
  3. Komisi Kerja Sama Lingkungan Hidup (CEC)
  4. Pendidikan Tidak Boleh Terhenti (Education Cannot Wait / ECW)
  5. Pusat Keunggulan Eropa untuk Melawan Ancaman Hibrida (Hybrid CoE)
  6. Forum Laboratorium Penelitian Jalan Raya Nasional Eropa (FEHRL)
  7. Koalisi Kebebasan Daring (Freedom Online Coalition / FOC)
  8. Dana Keterlibatan dan Ketahanan Komunitas Global (GCERF)
  9. Forum Kontraterorisme Global (GCTF)
  10. Forum Global tentang Keahlian Siber (GFCE)
  11. Forum Global tentang Migrasi dan Pembangunan (GFMD)
  12. Institut Antar-Amerika untuk Penelitian Perubahan Global (IAI)
  13. Forum Antarpemerintah tentang Pertambangan, Mineral, Logam, dan Pembangunan Berkelanjutan (IGF)
  14. Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC)
  15. Platform Antarpemerintah Sains-Kebijakan tentang Keanekaragaman Hayati dan Jasa Ekosistem (IPBES)
  16. Pusat Internasional untuk Studi Pelestarian dan Restorasi Properti Budaya (ICCROM)
  17. Komite Penasihat Kapas Internasional (ICAC)
  18. Organisasi Hukum Pembangunan Internasional (IDLO)
  19. Forum Energi Internasional (IEF)
  20. Federasi Internasional Dewan Seni dan Badan Kebudayaan (IFACCA)
  21. Institut Internasional untuk Demokrasi dan Bantuan Pemilu (International IDEA)
  22. Institut Internasional untuk Keadilan dan Aturan Hukum (IIJ)
  23. Kelompok Studi Internasional Timbal dan Seng (ILZSG)
  24. Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA)
  25. Aliansi Surya Internasional (ISA)
  26. Organisasi Kayu Tropis Internasional (ITTO)
  27. Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN)
  28. Institut Geografi dan Sejarah Pan-Amerika (IPGH)
  29. Kemitraan untuk Kerja Sama Atlantik (PCA)
  30. Perjanjian Regional Pemberantasan Pembajakan dan Perampokan Bersenjata terhadap Kapal di Asia (ReCAAP)
  31. Dewan Kerja Sama Regional (RCC)
  32. Jaringan Kebijakan Energi Terbarukan Abad ke-21 (REN21)
  33. Pusat Sains dan Teknologi di Ukraina (STCU)
  34. Sekretariat Program Lingkungan Regional Pasifik (SPREP)
  35. Komisi Venesia Dewan Eropa (Venice Commission).