Pintasan.co, Ponorogo – Pada bulan suci Ramadan, jajaran Polres Ponorogo kembali memberikan himbauan kepada masyarakat terkait larangan balon udara liar dan petasan. Polisi menegaskan tak akan mentolerir tradisi yang membahayakan keselamatan itu.

Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo mengatakan pihaknya sudah melakukan langkah pencegahan jauh sebelum Ramadan tiba. Sosialisasi digencarkan melalui pemerintah desa hingga Bhabinkamtibmas di masing-masing wilayah.

“Kami sudah melakukan imbauan melalui pemerintah desa dan Bhabinkamtibmas. Jangan ada lagi yang menerbangkan balon udara maupun bermain petasan. Jika masih ditemukan, pasti akan kami proses sesuai aturan yang berlaku,” tegas Andin, Senin (2/3/2026).

Menurut Andin, kegiatan menerbangkan balon udara rakitan sudah menjadi tradisi setiap Ramadan memang sudah berlangsung lama di Ponorogo. Namun tradisi tersebut tak bisa lagi dibiarkan karena risikonya sangat besar.

Dampak balon udara yang diterbangkan sangat beresiko. Balon udara tanpa kendali dikhawatirkan mengganggu jalur penerbangan, tersangkut jaringan listrik, hingga memicu kebakaran saat jatuh di permukiman warga. Bahaya semakin tinggi jika balon dipasangi rangkaian mercon yang bisa meledak sewaktu-waktu di udara maupun saat mendarat.

“Patroli sudah kami lakukan di sejumlah wilayah. Jangan sampai ada balon udara yang dirakit dan diterbangkan. Kalau ditemukan, akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Tak hanya balon udara, himbauan polisi juga diantaranya melarang keras penggunaan petasan atau mercon selama Ramadan. Selain mengganggu kekhusyukan ibadah, ledakan petasan berpotensi menyebabkan luka bakar hingga korban jiwa.

Andin menegaskan jajarannya akan rutin menggelar patroli malam untuk mencegah gangguan kamtibmas, termasuk balap liar dan aktivitas remaja yang berpotensi merakit bahan peledak.

“Setiap malam petugas melakukan patroli untuk mencegah gangguan kamtibmas selama Ramadan. Kami ingin masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.

Polisi mengajak seluruh seluruh elemen masyarakat untuk tidak mempertahankan tradisi yang membahayakan keselamatan bersama. Ramadan, kata Andin, seharusnya menjadi momentum memperbanyak ibadah, bukan justru diwarnai aksi berisiko seperti balon udara liar dan mercon.

Baca Juga :  Prabowo Ingatkan Kepala Daerah Papua Jaga Kelestarian Raja Ampat

Sebelumnya, Ledakan keras mengguncang Dusun Cuet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Ponorogo, Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 17.15 WIB. Satu remaja tewas dan satu lainnya mengalami luka bakar serius dalam peristiwa tersebut.