Pintasan.co, Makassar – Komoditas lada atau merica khas Kabupaten Luwu Timur berpeluang menembus pasar internasional setelah Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menjajaki kerja sama ekspor dengan Pakistan dalam ajang Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 di Makassar.

Peluang tersebut mengemuka dalam sesi Business-to-Business (B2B) atau business matching yang berlangsung di Nusantara Hall, Hotel The Rinra, Makassar, Rabu (24/6/2026). Kegiatan itu mempertemukan para kepala daerah dengan delegasi dari berbagai negara untuk mempromosikan potensi komoditas unggulan daerah.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, secara langsung melakukan pembahasan dengan Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, H.E. Zahid Hafeez Chaudhri. Dalam pertemuan tersebut, Irwan memaparkan potensi dan kualitas lada yang menjadi salah satu komoditas unggulan daerahnya.

Menurut Irwan, lada Luwu Timur memiliki karakteristik khas yang membuatnya memiliki daya saing di pasar global.

“Merica merupakan komoditas unggulan di Luwu Timur. Dengan cita rasa pedas yang kuat dan aroma yang khas, kami optimistis kualitas lada Luwu Timur mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Irwan saat mempresentasikan potensi komoditas tersebut.

Selain menyampaikan profil komoditas, Irwan juga menampilkan video yang memperlihatkan proses budidaya dan hasil produksi lada di Luwu Timur sebagai bagian dari promosi kepada calon mitra dagang.

Respons positif pun datang dari pihak Pakistan. Duta Besar Pakistan, H.E. Zahid Hafeez Chaudhri, menilai lada asal Luwu Timur memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan pasar di negaranya.

“Lada dari Luwu Timur sangat menarik. Pakistan membuka peluang untuk mengimpor komoditas ini melalui mekanisme kerja sama yang sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku di kedua negara,” kata Zahid.

Ia menegaskan bahwa peluang kerja sama tersebut dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan teknis yang lebih mendalam, termasuk penyusunan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) sebagai dasar kerja sama perdagangan.

Baca Juga :  Pemkab Luwu Timur Siapkan Regulasi Penataan Danau Matano, Fokus Jaga Lingkungan dan Tertibkan Pemanfaatan Ruang

Menanggapi hal itu, Irwan berharap komunikasi yang telah terjalin dapat segera berlanjut ke tahap yang lebih konkret. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, kata dia, siap memfasilitasi pertemuan lanjutan guna mempresentasikan secara lebih rinci potensi produksi dan kapasitas ekspor lada daerah.

“Kami berharap dalam waktu dekat dapat mengundang pihak Pakistan untuk melihat lebih jauh potensi komoditas lada Luwu Timur sekaligus membahas langkah-langkah kerja sama lanjutan,” ujarnya.

Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026 sendiri dihadiri oleh kepala daerah dari berbagai wilayah di Sulawesi Selatan serta 41 delegasi dari 28 negara sahabat. Forum tersebut menjadi wadah promosi investasi dan perdagangan yang bertujuan memperluas akses pasar internasional bagi produk-produk unggulan daerah.

Melalui partisipasi dalam forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berupaya memperkuat posisi komoditas perkebunan lokal di pasar global sekaligus membuka peluang peningkatan nilai tambah dan kesejahteraan petani melalui akses ekspor yang lebih luas. (fir/ikp-humas/kominfo-sp)