Pintasan.co, PamekasanViral di media sosial dengan beredarnya video memperlihatkan aksi tak biasa dari seorang mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setelah sebelumnya nama Hendrik Irawan jadi sorotan karena aksi jogetnya, kini giliran pria berinisial YD disebut-sebut melakukan aksi serupa di panggung konser halalbihalal Valen Akbar, pedangdut Pamekasan.

YD diketahui merupakan Pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pratama Pakong Yayasan Fatimah Maju Bersama itu dalam video yang beredar luas tampak sedang asyik menghamburkan uang.

Dalam video itu, saat Valen bernyanyi terlihat dua pria naik ke atas panggung.  dalam acara konser halalbihalal yang digelar di Gedung Bakorwil, Rabu (25/3/2026) malam. Salah satu pria yang mengenakan kaos hitam dengan inisial YD tampak berjoget sambil menghamburkan uang, didampingi seorang pria lain yang mengenakan sarung.

Aksi tersebut terlihat mencolok karena uang yang dipegang YD tidak disawer biasa, melainkan digesek-gesekkan di depan penyanyi hingga berhamburan. Suasana panggung pun tampak meriah, dengan penonton yang bersorak sorai menyaksikan aksi saweran tersebut.

Namun, pihak penyelenggara acara membantah narasi yang beredar. Perwakilan panitia dari Pamekasan Kreatif, Kuswanto, menyatakan bahwa tidak ada aksi joget-joget seperti yang ramai dibicarakan.

“Kami dari Crew Pamekasan Kreatif ingin membantah perspektif yang terbentuk di beberapa kalangan bahwa konser musik dangdut identik dengan kerusuhan, joget, dan mabuk-mabukan. Di acara semalam kami tidak melihat satu pun penonton yang joget,” ujar Kuswanto melalui status WhatsApp-nya, Kamis (26/3/2026).

Ia menambahkan, suasana konser justru berlangsung tertib dan khidmat. Penonton disebut lebih menikmati alunan musik dan penampilan penyanyi tanpa adanya aksi joget di area acara.

“Yang terdengar justru riuh haru saat menikmati suara yang dibawakan oleh para penyanyi. Penonton juga lebih banyak mengabadikan momen menggunakan ponsel mereka masing-masing,” lanjutnya.

Kuswanto juga menegaskan bahwa kegiatan konser di Pamekasan seharusnya tidak dipandang negatif, mengingat acara tersebut menjadi bagian dari hiburan sekaligus sumber penghidupan bagi banyak pihak.

Hingga kini, video yang beredar masih menjadi perbincangan publik dan memunculkan beragam tanggapan dari warganet

Baca Juga :  Situasi Terkini Kantor Bupati Banyumas, Alami Kerusakan Akibat Aksi Demo Berujung Ricuh