Pintasan.co, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (DPP GMPK) menyampaikan apresiasi terhadap langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah fluktuasi pasar energi global yang tidak menentu. Kebijakan tersebut dinilai mampu memberikan perlindungan nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Ketua Umum DPP GMPK, Alayk Mubarok, menyatakan bahwa stabilitas harga BBM yang saat ini dirasakan masyarakat bukanlah kebetulan semata, melainkan hasil dari kebijakan pemerintah yang dirancang secara matang dan terukur.
Menurutnya, terdapat tiga faktor utama yang menjadi fondasi dalam menjaga kestabilan harga energi di Indonesia. Pertama adalah kebijakan pemerintah yang berbasis data dan mempertimbangkan kondisi ekonomi makro secara komprehensif. Pendekatan ini dinilai mampu menghasilkan keputusan yang tepat dalam menghadapi tekanan global, termasuk gejolak harga minyak dunia.
Kedua, lanjut Alayk, adalah penerapan subsidi energi yang tepat sasaran. Pemerintah dinilai berhasil mengarahkan bantuan subsidi kepada kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan, sehingga manfaatnya lebih dirasakan secara langsung oleh masyarakat bawah.
“Penyaluran subsidi yang tepat sasaran sangat penting agar anggaran negara digunakan secara efektif dan mampu menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Faktor ketiga yang turut menopang stabilitas harga BBM adalah pengelolaan distribusi energi yang efisien. Pemerintah, melalui berbagai instrumen kebijakan, dinilai mampu mengoptimalkan rantai pasok energi dari hulu hingga hilir sehingga dapat meminimalisir kebocoran dan pemborosan.
DPP GMPK menilai, stabilnya harga energi memiliki dampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Salah satu dampak paling terasa adalah tetap terjangkaunya biaya transportasi yang berpengaruh langsung terhadap harga kebutuhan pokok di pasar.
Dengan biaya distribusi yang terkendali, harga barang dan jasa dapat dijaga tetap stabil. Kondisi ini menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlangsung.
“Hal ini sangat krusial bagi pelaku UMKM agar usaha mereka tetap berjalan stabil. Selain itu, daya beli masyarakat dapat terus terjaga di tengah tantangan ekonomi global,” tambah Alayk.
Lebih lanjut, DPP GMPK menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan kebijakan energi nasional. Dukungan publik dinilai menjadi kunci agar kebijakan yang telah berjalan baik dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Organisasi mahasiswa tersebut juga mengingatkan bahwa stabilitas energi bukan hanya soal harga, tetapi juga menyangkut ketahanan nasional secara menyeluruh. Oleh karena itu, kebijakan yang berpihak pada rakyat harus terus dijaga konsistensinya.
Dengan mengusung semangat “Energi Stabil, Masyarakat Tenang”, DPP GMPK berharap pemerintah dapat terus mempertahankan kebijakan pro-rakyat dalam sektor energi. Langkah tersebut diyakini akan memperkuat fondasi ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
