Pintasan.co, SurabayaSeorang dokter gigi di Surabaya melaporkan suaminya yang berprofesi sebagai jaksa ke Polda Jatim. Laporan tersebut terkait kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) psikologis.

Pelapor atau dokter gigi berinisial ZNS. Sedangkan terlapor yakni MK yang menjadi jaksa di Banjarmasin, Kalimantan. Laporan tersebut dilayangkan ke Polda Jatim pada Selasa (10/3/2026).

Dalam laporannya itu, ZNS mengaku menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Ia menyebutkan MK berprofesi sebagai jaksa dan berdinas di Banjarmasin.

Pengacara pelapor ZNS, yakni Ainul Yakin menjelaskan kliennya melaporkan suaminya karena menerima tekanan KDRT psikis. Aksi telah diterima kliennya sejak 7 tahun atau awal menikah.

“Sejak itu, kondisi mental ZNS semakin memburuk, apalagi dia juga baru saja mengalami kehamilan anak kedua,” jelas Ainul (1/4/2026).

Ainul menambahkan, selama menikah, pelapor tinggal bersama mertuanya berinisial HR di Singosari, Malang. Selama itu pula, pelapor tak diperbolehkan mertuanya mengelola uang gajinya. Padahal gajinya itu untuk kebutuhan sehari-hari bersama dan anak-anaknya.

Pelapor kondisinya tertekan dan semakin menjadi setelah ia mengetahui adanya dugaan perselingkuhan dengan 3 wanita sekaligus di tempat yang berbeda-beda. Mirisnya, hal itu dilakukan secara terang-terangan.

Duggan perselingkuhan itu mencapai puncaknya saat secara tak sengaja, pelapor menemukan surat nikah siri suaminya di rumah. Dalam surat nikah siri itu, MK disebut telah melakukan nikah siri dengan selingkuhannya pada Juni 2025.

Karena akumulasi tekanan ini, pelapor akhinrya melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polda Jatim. Laporan itu telah diterima dengan nomor perkara LP/B/381/III/2026/SPKT/POLDA JAWA TIMUR.

Ainul menerangkan penyelidikan tengah dilakukan oleh penyidik dari Ditreskrimum Polda Jatim. Diantaranya memeriksa dan memintai keterangan para saksi.

“Beberapa waktu pelapor sama saksi sudah dimintai keterangan, masih tahap penyelidikan,” ujar Ainul.

Saat ini, terlapor sendiri diketahui tinggal bersama orang tuanya di Surabaya. Hal itu karena ia juga telah terusir dari rumah mertuanya yang hubungannya semakin memburuk.

Baca Juga :  Sebanyak 151 Personel Polresta Bandung Naik Pangkat saat Perayaan Hari Bhayangkara ke-79 Tahun

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast saat dikonfirmasi membenarkan laporan tersebut. Menurutnya, laporan tersebut memang tengah didalami penyidik.

“Laporan sudah kami terima, sampai saat ini masih dilakukan pendalaman. Saat masih pemeriksaan saksi-saksi,” kata Abast.