Pintasan.co – Presiden Prabowo Subianto meninjau pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan sebagai bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan nelayan sekaligus mendukung pengembangan ekonomi biru nasional.

Dalam kunjungannya, Presiden melihat langsung sejumlah fasilitas yang telah dibangun untuk mendukung aktivitas nelayan, mulai dari pabrik es hingga gudang pendingin hasil tangkapan ikan.

“Saya mau lihat adanya Kampung Nelayan Merah Putih yang sudah dirintis dibangun di Gorontalo ini dan saya lihat tadi sudah ada pembuat es di sini, sudah ada gudang pendingin, beberapa fasilitas. Ini memang niat kita untuk memberdayakan semua nelayan di Indonesia,” kata Presiden Prabowo.

Menurut Kepala Negara, pembangunan kampung nelayan bertujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia menilai sektor perikanan memiliki peran penting karena ikan merupakan sumber protein utama bagi masyarakat Indonesia.

Selain mendukung kebutuhan gizi nasional, penguatan sektor nelayan juga dipandang menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mencapai swasembada pangan melalui optimalisasi sumber daya kelautan.

Program Kampung Nelayan Merah Putih juga menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mengembangkan konsep ekonomi biru yang menitikberatkan pada pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Presiden menargetkan pembangunan 1.386 desa atau kampung nelayan di seluruh Indonesia hingga akhir 2026. Berdasarkan data pemerintah, saat ini terdapat sekitar 12 ribu desa nelayan di berbagai wilayah Tanah Air.

“Tahun depan kita akan bangun lagi. Berapa tahun depan? Seribu. Dan seterusnya kita akan bangun tiap tahun seribu,” ujar Prabowo.

Tidak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan sebanyak 1.582 kapal ikan yang rencananya akan disalurkan kepada nelayan melalui koperasi nelayan pada tahun ini.

Baca Juga :  Sekda Jabar: Data Akurat Kunci Kebijakan Pembangunan yang Tepat Sasaran

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas nelayan, memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, serta mempercepat pemerataan pembangunan maritim di Indonesia.