Pintasan.co, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa menemui ratusan peserta aksi “Tritura” yang menggelar demonstrasi di depan Gerbang Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026) malam.
Kedua pimpinan DPR tersebut naik ke atas mobil komando untuk berdialog langsung dengan massa dan menyampaikan hasil audiensi yang sebelumnya dilakukan bersama perwakilan mahasiswa dari Universitas Trisakti, Universitas Mercu Buana, dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Berdasarkan pantauan di lokasi, Dasco dan Saan keluar dari kompleks Gedung DPR sekitar pukul 19.21 WIB setelah melakukan pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam dengan perwakilan mahasiswa.
Di hadapan para demonstran, Saan menyampaikan sejumlah komitmen DPR sebagai tindak lanjut atas tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut.
Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah status hukum 16 mahasiswa Universitas Trisakti yang masih berstatus tersangka terkait kericuhan saat aksi peringatan Reformasi di depan Balai Kota Jakarta pada Mei 2025.
Menurut Saan, DPR telah melakukan komunikasi dengan pihak terkait untuk membantu penyelesaian persoalan tersebut.
“Teman-teman dari mahasiswa Trisakti yang 16 orang, yang posisinya masih tersangka tapi belum diproses, tadi Ketua Komisi III sudah berkomunikasi. Dalam satu minggu ke depan insya Allah mahasiswa Trisakti yang 16 itu status tersangkanya akan dicabut,” ujar Saan di hadapan massa aksi.
Selain itu, DPR juga berjanji membantu proses pembebasan dua mahasiswa Universitas Mercu Buana yang sebelumnya diamankan saat hendak mengikuti aksi di depan Gedung DPR.
“Begitu bubar demo ini, dia langsung bebas lepas dari sini,” katanya.
Terkait substansi tuntutan mahasiswa, Saan mengatakan DPR akan menindaklanjuti masukan mengenai evaluasi dan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia mengungkapkan bahwa saat audiensi berlangsung, pimpinan DPR telah berkomunikasi langsung dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang disampaikan mahasiswa.
Menurutnya, pemerintah telah melakukan evaluasi terhadap sejumlah program dan menemukan potensi efisiensi anggaran sekitar Rp70 triliun yang berasal dari pengeluaran yang dinilai kurang efektif.
“Tadi juga sudah disambungkan ketika dialog dengan rekan-rekan yang menjadi perwakilan. Dialog langsung dengan Kepala BGN, dan sudah disampaikan dari hasil evaluasi dan penyisiran ke depan, ada penghematan sekitar Rp70 triliun dari proses yang tidak efektif,” ujar Saan.
Selain persoalan MBG, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi juga menjadi salah satu isu yang disoroti mahasiswa. Menanggapi hal tersebut, DPR mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
Saan mengatakan Menteri ESDM berkomitmen untuk segera mencari solusi atas persoalan distribusi dan ketersediaan BBM subsidi yang dikeluhkan masyarakat di sejumlah daerah.
“Kelangkaan BBM bersubsidi misalnya seperti di daerah Daan Mogot, Jakarta Barat, dan sebagainya, tadi sudah langsung dengan Menteri ESDM Pak Bahlil berkomunikasi langsung, berdialog, dia akan secepatnya selesaikan,” ujarnya.
Aksi yang berlangsung di depan kompleks parlemen tersebut berjalan kondusif dengan pengawalan aparat keamanan. Mahasiswa berharap berbagai komitmen yang disampaikan pimpinan DPR dapat direalisasikan dan tidak berhenti pada janji semata, terutama terkait isu hukum, kebutuhan dasar masyarakat, serta pengawasan terhadap program-program pemerintah.
