Pintasan.co, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengarahkan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor komersial, serta korporasi guna memperkuat aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Arahan tersebut disampaikan melalui Badan Pengelola (BP) BUMN sebagai bagian dari upaya memperkuat peran perbankan milik negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengatakan Presiden menegaskan pentingnya posisi strategis Himbara sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional. Dengan skala bisnis yang besar dan kapitalisasi pasar gabungan yang mencapai sekitar Rp1.100 triliun atau setara sekitar 10 persen dari total nilai perusahaan yang tercatat di pasar modal Indonesia, Himbara dinilai memiliki kapasitas besar untuk memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

Menurut Dony, Presiden menekankan bahwa kekuatan bisnis yang dimiliki perbankan BUMN harus diiringi dengan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat.

“Himbara didorong untuk terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui perluasan akses pembiayaan, penguatan sektor produktif, serta dukungan terhadap berbagai program strategis pemerintah,” kata Dony dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026).

Selain mendorong peningkatan pembiayaan, Presiden juga mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme, tata kelola perusahaan yang baik, serta prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan industri perbankan.

Menurut Dony, aspek tata kelola dan manajemen risiko menjadi faktor penting agar perbankan nasional tetap sehat, kuat, dan mampu mendukung pembangunan ekonomi secara berkelanjutan.

“Arahan Presiden menjadi dorongan bagi kami untuk memastikan Himbara tidak hanya tumbuh kuat, tetapi juga semakin bermanfaat bagi rakyat,” ujarnya.

Melalui penguatan peran tersebut, Himbara diharapkan dapat semakin optimal dalam memperluas akses layanan keuangan, meningkatkan dukungan terhadap sektor-sektor produktif, serta memperkuat daya saing ekonomi nasional.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Regulasi Redenominasi Rupiah, Target Rampung 2027

Pemerintah juga berharap perbankan BUMN dapat terus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, khususnya dalam mendukung pengembangan UMKM yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia.

Dengan dukungan pembiayaan yang lebih luas dan berkelanjutan, sektor usaha di berbagai daerah diharapkan mampu tumbuh lebih cepat, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pemerataan pembangunan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.