Pintasan.co, Jakarta – Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) merilis hasil survei yang menunjukkan bahwa figur Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, dinilai memperkuat citra PSI sebagai partai anak muda di mata publik.

Direktur Riset dan Kebijakan Politik LPI, Fernando Emas, mengatakan daya tarik Kaesang tidak hanya berasal dari latar belakangnya sebagai putra Presiden ke-7 RI Joko Widodo, tetapi juga karena dianggap mewakili generasi muda dan membawa semangat pembaruan dalam politik.

“Figur Kaesang dinilai dapat memperluas jangkauan pengenalan publik terhadap PSI serta dapat membawa semangat pembaruan,” ujar Fernando dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (21/6/2026).

Dalam hasil survei tersebut, sebanyak 69,7 persen responden menilai kepemimpinan Kaesang memperkuat citra PSI sebagai partai yang dekat dengan Jokowi. Sementara itu, 68,2 persen responden mengaku ketertarikan terhadap PSI turut dipengaruhi oleh figur Kaesang.

Selain itu, 72 persen responden menilai Kaesang merepresentasikan generasi muda, yang menjadi alasan paling dominan dalam penilaian publik terhadap PSI. Sekitar 65 persen responden juga menilai Kaesang membuat PSI lebih dikenal masyarakat, sedangkan 61 persen menilai ia membawa semangat pembaruan politik.

Menurut Fernando, temuan tersebut menunjukkan bahwa Kaesang memiliki daya tarik tersendiri yang turut membentuk citra politik PSI di mata publik.

“Baik faktor Jokowi maupun faktor Kaesang pada akhirnya saling memperkuat dalam membentuk citra PSI sebagai partai anak muda yang diasosiasikan dengan representasi politik Jokowi,” katanya.

Survei juga menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari sosok Jokowi terhadap persepsi publik terhadap PSI, termasuk rencana keterlibatannya dalam struktur partai sebagai Ketua Dewan Pembina.

Sebanyak 70,2 persen responden menilai kedekatan PSI dengan Jokowi dapat meningkatkan citra positif partai. Selain itu, 64,9 persen responden menilai PSI memiliki citra sebagai partai yang merakyat seperti Jokowi.

Baca Juga :  Jokowi Dijadwalkan Blusukan ke Lampung Akhir Juni, PSI dan Relawan Gibran Siap Sambut

Namun demikian, hasil survei juga menunjukkan bahwa penguatan citra tersebut belum berbanding lurus dengan elektabilitas PSI. Dalam simulasi elektoral, PSI hanya meraih 1,9 persen suara nasional, masih di bawah ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

PSI juga berada di bawah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan 2,8 persen dan bersaing ketat dengan Partai Perindo di angka 1 persen.

Sementara itu, lima partai besar masih mendominasi peta elektoral nasional, yakni Partai Gerindra 21,9 persen, PDI Perjuangan 19 persen, Partai Golkar 8,1 persen, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 7,9 persen, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 4,7 persen.

Fernando menilai kondisi tersebut menjadi tantangan bagi PSI, karena meski citra partai meningkat melalui figur Jokowi dan Kaesang, hal itu belum sepenuhnya berubah menjadi dukungan elektoral yang signifikan.

“Modal citra perlu segera dikonversi menjadi program kerja konkret dan substansi politik yang dirasakan langsung masyarakat,” ujarnya.

Survei LPI ini dilakukan secara daring pada 10–17 Juni 2026 di 32 provinsi dengan melibatkan 1.922 responden berusia 17 tahun ke atas. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan stratified quota sampling, dan memiliki margin of error ±2,54 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.