Pintasan.co, Malili – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin menggelar kegiatan Pendampingan Penyelenggaraan Informasi Geospasial Kabupaten Luwu Timur di Universitas Hasanuddin, Makassar, pada 24–26 Juni 2026.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman teknis dan konseptual terkait penyelenggaraan informasi geospasial sekaligus memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan dalam mendukung kinerja Simpul Jaringan Informasi Geospasial Kabupaten Luwu Timur.
Acara dibuka oleh Kepala Bapperida Luwu Timur, Kamal Rasyid, yang hadir mewakili Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam. Kegiatan itu turut menghadirkan narasumber dari Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai pembina data geospasial nasional, akademisi Universitas Hasanuddin selaku Pusat Pengembangan Infrastruktur Informasi Geospasial, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.
Dalam sambutannya, Kamal Rasyid menegaskan bahwa informasi geospasial memiliki peran yang semakin strategis dalam mendukung berbagai sektor pembangunan daerah.
“Informasi geospasial memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung perencanaan pembangunan, penataan ruang, pembangunan infrastruktur, pengelolaan sumber daya alam, pelayanan publik, investasi, pengendalian pemanfaatan ruang, mitigasi bencana, ketahanan pangan, perlindungan lingkungan hidup hingga evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah,” ujarnya.
Menurut Kamal, ketersediaan data geospasial yang akurat, mutakhir, terintegrasi, dan mudah diakses akan membantu pemerintah dalam mengambil keputusan secara lebih cepat, tepat, efektif, dan akuntabel.
Ia menilai penyelenggaraan informasi geospasial saat ini bukan lagi sekadar urusan teknis, melainkan telah menjadi kebutuhan strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan pembangunan yang berkelanjutan.
“Pendampingan ini bukan hanya forum pembelajaran, tetapi juga menjadi wadah untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, dan membangun komitmen bersama seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan penyelenggaraan informasi geospasial yang berkualitas,” kata Kamal.
Lebih lanjut, ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperdalam pemahaman, berdiskusi aktif, serta menyerap praktik-praktik terbaik yang disampaikan para narasumber.
Pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan di masing-masing perangkat daerah guna menghasilkan data geospasial yang memenuhi standar nasional, mudah dibagipakaikan, dan mampu mendukung pengambilan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah bersama untuk membangun Kabupaten Luwu Timur yang semakin maju, cerdas, terintegrasi, dan berdaya saing melalui pemanfaatan informasi geospasial yang berkualitas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pusat Pembangunan Infrastruktur Informasi Geospasial (PPIIG) Universitas Hasanuddin, Nurjannah Nurdin, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam memperkuat Simpul Jaringan Informasi Geospasial daerah.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan berbasis data yang terintegrasi dan berkelanjutan. Universitas Hasanuddin, kata dia, siap memberikan dukungan penuh terhadap berbagai upaya strategis yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam pengembangan dan pemanfaatan informasi geospasial.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Luwu Timur berharap terbangun ekosistem data geospasial yang semakin kuat, terintegrasi, dan mampu menjadi fondasi dalam perencanaan serta pelaksanaan pembangunan daerah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
