Pintasan.co, Surabaya – Beredarnya kabar kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2026 mulai memicu kepanikan warga. Sejumlah SPBU di Surabaya dipadati antrean pengguna kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Kekhawatiran akan kenaikan BBM dan khawatir juga ada kelangkaan BBM, hal ini mengakibatkan terjadinya panic buying seperti saat pandemi COVID-19. Warga memilih mengisi penuh tangki BBM sebagai langkah antisipasi jika harga benar-benar naik atau terjadi kelangkaan.

Dari pantauan pintasan.co, saat ini antrean terjadi pada sejumlah SPBU di Surabaya. Antrean ini terjadi sejak Senin (30/3/2026) sekitar pukul 19.29 WIB di SPBU BP Jalan Pemuda Surabaya. Terlihat pemotor hingga mobil mengantre BBM hingga ke bahu jalan.

Begitu pula terjadi di SPBU Pertamina Jalan Ambengan Surabaya. Terpantau pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 19.33 WIB. Antrean terjadi pada roda 2 dan 4 sekitar 10 meter dari titik selang pengisian BBM.

Begitu juga hal serupa terjadi di SPBU Pertamina Jalan Semarang dan Jalan Arjuno Surabaya. Pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 15.05 WIB, antrean terjadi pada roda 2 dan 4.

Salah satu pengendara, Zulkarnain mengaku langsung mengisi full tangki BBM motornya usai mengetahui ada isu dugaan BBM akan naik per 1 April 2026. Ia mengaku khawatir harga BBM tiba-tiba meroket.

“Habis lihat informasinya di Instagram siang tadi, makannya langsung ke pom bensin sore ini. Takutnya besok Pertalite sudah naik harganya,” kata pengendara motor Mio tersebut kepada pintasan.co saat ditemui di Jalan Arjuno Surabaya, Selasa (31/3/2026).

Hal senada disampaikan Viona, warga Sukomanunggal Surabaya. Ia langsung mengisi BBM usai mengetahui informasi tentang kenaikan harga BBM per 1 April 2026.

“Ini tadi lihat di IG sama dengar di radio, ya meskipun masih isu, kan wedi (khawatir) juga, Mas. Makannya ini sekalian saya isi full tank,” ujar pengendara mobil Toyota Calya tersebut.

Ia menilai panic buying bakal terjadi di kota pahlawan dan sejumlah daerah seperti halnya saat Pandemi COVID-19. Sebab, BBM dianggap akan langka akibat penutupan Delat Hormuz oleh Iran di Timur Tengah.

“Takutnya kayak pas COVID-19 dulu, masker mahal semua, ke mana-mana dibatasi. Makanya ini saya antisipasi, takut nggak kebagian,” katanya.

Baca Juga :  Kota Minyak Tergelincir BBM Bermasalah: Pertamina Diuji Integritas