Pintasan.co, MalangStadion Kanjuruhan Malang kini akan dijadikan bagian dari zona ekonomi eksklusif. Saat ini, Arema FC tengah berjuang bisa mengelola Stadion Kanjuruhan itu. Rencananya jika ada hak mengelola, klub berjuluk Singo Edan ini akan memperdayakan UMKM dan komunitas suporter.

Tiga kementerian sekaligus, Kementerian UMKM, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) datang untuk meninjau Stadion Kanjuruhan.

Kedatangan mereka sekaligus dapat berdiskusi langsung dengan manajemen Arema FC. General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menegaskan bahwa usulan hak kelola ini bukan hanya soal sepakbola, melainkan pengembangan potensi ekonomi kawasan.

“Kami berkomitmen menjadikan Stadion Kanjuruhan semacam zona ekonomi eksklusif. Pengembangan potensi ekonomi kawasan stadion akan dilakukan dengan berkolaborasi bersama komponen UMKM lokal, termasuk komunitas fans,” ujar Yusrinal, Kamis (11/12/2025).

Yusrinal mengatakan, tujuan utama dari pengelolaan ini adalah menciptakan kemakmuran bagi klub dan masyarakat Malang Raya pada umumnya.

Karena pemerintah merespon tentang pengembangan stadion Kanjuruhan, pihaknya menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemerintah pusat atas respons cepat mereka.

“Kami sangat serius untuk bisa mengelola aset ini. Terima kasih kepada pemerintah pusat, utamanya Kemenpora, Kemendagri, Kementerian UMKM, dan Pemkab Malang atas dukungannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri UMKM, Budi Setiawan, yang hadir dalam kunjungan tersebut mengapresiasi inisiatif Arema FC, untuk bisa mengelola Stadion Kanjuruhan secara langsung.

Menurut Budi, langkah Arema FC adalah bentuk implementasi nyata dari Nota Kesepahaman (MoU) tiga kementerian terkait industri olahraga dan UMKM.

“Kami mengapresiasi Arema FC yang merespons MoU 3 Menteri ini dengan cepat untuk inisiasi mengelola stadion dan kawasan Kanjuruhan. Paparan manajemen cukup komprehensif dan on progress,” kata Budi terpisah.

Baca Juga :  Pemerintah Kabupaten Bogor Bersinergi untuk Bogor yang Lebih Sehat dan Sejahtera

Dengan tegas Budi mengatakan bahwa pemerintah tidak akan lepas tangan.

“Kementerian UMKM akan melakukan pendampingan kepada Arema FC untuk mendapatkan hak pengelolaan Stadion Kanjuruhan dan kawasannya melalui program holding UMKM,” tegasnya.

Senada dengan Budi, Sekretaris Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Fitri Rinaldi, melihat potensi besar jika aset pemerintah daerah dikelola secara profesional.

Pertemuan yang melibatkan delegasi Kemendagri (diwakili Dirjen Pengembangan Daerah, Ibu Murita) dan Kemenpora (Asisten Deputi Bidang Olahraga Profesional, Yusuf Suparman) ini dinilai sebagai sinergi positif.

“Dari diskusi yang terjadi, terlihat potensi yang sangat menjanjikan apabila Stadion Kanjuruhan dikelola dengan baik. Ini adalah upaya optimalisasi agar aset Pemerintah Daerah lebih produktif,” ujar Rinaldi.

Pihaknya berharap pengelolaan ini akan berdampak maksimal pada peningkatan ekonomi daerah.

“Khususnya dalam meningkatkan peran pengusaha UMKM dalam ekosistem klaster olahraga, terutama sepak bola,” tutupnya.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Arema FC dipimpin langsung oleh GM Yusrinal Fitriandi dan Manajer Bisnis Munif Wakid.

Langkah ini diharapkan menjadi pilot project percontohan bagaimana klub sepak bola di Indonesia dapat mandiri secara finansial sekaligus menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di sekitarnya.

Sekedar diketahui, Stadion Kanjuruhan usai direnovasi pasca Tragedi Kanjuruhan, diserahkan kembali kepada Pemerintah Kabupaten Malang untuk pengelolaan sekaligus perawatan.