Pintasan.co – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung terus menguatkan upaya promotif dan preventif guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu langkah utamanya adalah mendorong pemanfaatan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Deborah Johana Rattu, menekankan pentingnya deteksi dini untuk mencegah penyakit berkembang menjadi lebih serius.

“Banyak kasus baru diketahui saat sudah muncul gejala, seperti gangguan penglihatan akibat gula darah tinggi atau tekanan darah tidak terkontrol. Padahal, hal tersebut bisa dicegah sejak awal,” ujarnya.

Menurutnya, Pemerintah Kota Bandung kini berinvestasi pada layanan promotif dan preventif, termasuk penyediaan alat pemeriksaan kesehatan. Langkah ini diharapkan mampu menekan beban biaya pengobatan di masa depan.

Program CKG terbuka untuk seluruh masyarakat tanpa syarat, baik peserta BPJS maupun bukan, serta tidak dibatasi zonasi wilayah. Layanan dapat diakses di puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Selain layanan di fasilitas kesehatan, Dinkes juga menghadirkan program jemput bola ke komunitas. Pemeriksaan di komunitas mencakup layanan dasar seperti pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, dan tekanan darah. Sementara pemeriksaan lanjutan seperti EKG, USG, hingga deteksi kanker tetap dilakukan di fasilitas kesehatan.

Deborah menyebut, dari pemeriksaan sederhana saja, risiko kesehatan seseorang bahkan bisa diprediksi hingga 10 tahun ke depan berbasis data medis.

Pemkot Bandung menargetkan minimal 46 persen dari sekitar 2,5 juta penduduk dapat memanfaatkan layanan ini sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat sehat dan produktif.

Sementara itu, Plt. Kepala Bidang P2P, Dadan Mulyana Kosasih, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap campak yang berpotensi meningkat.

Ia mengungkapkan sekitar 70 persen kasus campak terjadi pada individu yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Penyakit ini tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga remaja hingga dewasa.

Baca Juga :  Warga Demak Korban Banjir Rob Sayung Mendapat Layanan Kesehatan dari Pemprov Jateng

Dadan menjelaskan, imunisasi campak harus dilakukan dalam tiga tahap, yakni usia 9 bulan, 18 bulan, dan penguat saat usia sekolah sekitar 7 tahun. Namun, masih banyak masyarakat yang berhenti pada tahap pertama.

Data Dinkes menunjukkan cakupan imunisasi usia 9 bulan sudah mencapai 80–85 persen pada 2025, tetapi untuk usia 18 bulan masih sekitar 65 persen, di bawah target 95 persen.

Melalui penguatan program CKG dan imunisasi, Pemkot Bandung berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan semakin meningkat.

“Kesehatan adalah fondasi utama pembangunan. Dengan masyarakat yang sehat, produktivitas meningkat dan kota dapat lebih berdaya saing,” pungkasnya.