Pintasan.co, Surabaya – Hampir setiap sore hingga malam hari hujan deras disertai petir dan angin kencang yang belakangan melanda wilayah Surabaya dan Sidoarjo. Kondisi ini dipicu proses pemanasan matahari sejak pagi yang semakin menguat pada siang hari, sehingga mendorong pertumbuhan awan hujan secara signifikan.

Prakirawan BMKG Juanda Trya Chandra menjelaskan, semakin kuat pemanasan pada siang hari, maka semakin tinggi pula pertumbuhan awan sehingga peluang hujan meningkat pada sore hari.

“Selain itu, kondisi atmosfer yang lembap saat musim hujan membuat proses pembentukan awan berlangsung lebih cepat dan intens, sehingga hujan lebat, petir, dan angin kencang lebih sering terjadi pada rentang waktu tersebut,” ujar Trya saat dikonfirmasi, Kamis (5/3/2026).

Trya juga mengungkapkan bahwa hujan deras dan angin kencang beberapa hari terakhir juga dipicu adanya gangguan atmosfer di wilayah Jawa Timur.

“Gangguan atmosfer tersebut meliputi adanya pola angin konvergensi, aktifnya gelombang atmosfer MJO (Madden Julian Oscillation) dan Gelombang Low frequency, serta adanya 3 sistem tekanan rendah di wilayah selatan Indonesia,” ungkapnya.

Kondisi ini pun memicu pertumbuhan awan cumulonimbus yang signifikan.

“Hal itu bisa menyebabkan hujan deras disertai petir dan angin kencang,” imbuh Trya.

Oleh karena itu, BMKG Juanda mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Sebab cuaca ekstrem ini diprediksi masih berpotensi terjadi hingga 10 Maret 2026.

“Masyarakat juga diimbau selalu memantau kondisi cuaca terkini berdasarkan citra radar cuaca WOFI dan informasi peringatan dini 3 harian dan peringatan dini 2-3 jam ke depan yang selalu kami bagikan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Duterte Diterbangkan ke Den Haag untuk Diadili oleh ICC