Pintasan.co – Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Wahyudi Anas, memastikan hingga saat ini belum ada kebijakan resmi terkait pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi, baik Biosolar maupun Pertalite.
Ia menegaskan bahwa kondisi penyaluran BBM di lapangan masih berjalan normal sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah.
“Hingga saat ini, pembelian BBM normal, baik itu yang subsidi dan kompensasi (Pertalite) negara, termasuk untuk jenis bahan bakar umum lainnya, tidak ada pembatasan maupun penyesuaian-penyesuaian,” ujar Wahyudi ketika ditemui di Kantor BPH Migas Jakarta, Selasa.
Pernyataan ini sekaligus merespons beredarnya Surat Keputusan (SK) Kepala BPH Migas Nomor 024/KOM/BPH.DBBM/2026 yang memuat rencana pengendalian distribusi BBM tertentu. Dalam dokumen tersebut, diatur skema pembatasan pembelian Pertalite dan Biosolar untuk berbagai jenis kendaraan.
Meski demikian, Wahyudi menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu keputusan resmi pemerintah sebelum kebijakan tersebut diterapkan. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru menyimpulkan isi dokumen yang beredar.
“Kami sebagai pelaksana yang membantu pemerintah, nanti kami tunggu komando semuanya, ya,” ucap Wahyudi.
Dalam SK tersebut, tercantum rencana pembatasan pembelian Pertalite maksimal 50 liter per hari per kendaraan untuk roda empat, baik kendaraan pribadi maupun umum. Ketentuan serupa juga berlaku untuk kendaraan layanan publik seperti ambulans, mobil jenazah, pemadam kebakaran, dan pengangkut sampah.
Sementara untuk Biosolar, pembatasan dirancang lebih beragam. Kendaraan roda empat pribadi dibatasi hingga 50 liter per hari, kendaraan umum roda empat hingga 80 liter, dan kendaraan angkutan roda enam atau lebih maksimal 200 liter per hari.
Kendati demikian, seluruh skema tersebut masih bersifat rencana dan belum diberlakukan. Pemerintah disebut masih melakukan kajian sebelum mengambil keputusan final.
Dengan kondisi ini, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pemerintah melalui BPH Migas memastikan bahwa distribusi BBM saat ini tetap aman dan terkendali.
