Pintasan.co – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai gelaran Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Orado di Bandung.

Ajang ini tak sekadar menjadi kompetisi, tetapi juga menandai transformasi olahraga domino yang kini mulai naik kelas sebagai cabang olahraga yang menjanjikan prestasi sekaligus peluang ekonomi.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan olahraga domino. Ia menilai, domino memiliki potensi besar dalam membentuk karakter sekaligus memperkuat interaksi sosial di tengah masyarakat.

Ketua Bidang Humas PB Orado, Henry Kurnia Adhi Sutikno atau yang dikenal sebagai John LBF, menyampaikan bahwa domino kini tidak lagi sekadar permainan santai. Sejak dideklarasikan pada 7 Januari 2026, olahraga ini berkembang pesat hingga terbentuk di 38 provinsi serta ratusan kabupaten/kota di Indonesia.

Menurutnya, domino merupakan olahraga yang membutuhkan strategi, kemampuan membaca situasi, serta konsentrasi tinggi. Antusiasme masyarakat yang tinggi pun menjadi bukti bahwa olahraga ini memiliki daya tarik luas dan dapat diterima oleh berbagai kalangan.

Lebih dari sekadar kompetisi, domino juga dinilai membuka peluang ekonomi baru. Mulai dari penyediaan meja permainan, penjualan merchandise, hingga produk kreatif lainnya, semuanya berpotensi menggerakkan sektor UMKM.

“Target kami bukan hanya prestasi, tapi juga bagaimana olahraga ini bisa menjadi sport industry yang membahagiakan banyak orang,” ujar John.

Ia juga menambahkan, di tengah era digital, domino mampu menghidupkan kembali budaya berkumpul dan bersosialisasi, khususnya bagi generasi muda.

Kejurcab di Bandung ini menjadi bagian dari pengembangan Orado secara nasional. Jawa Barat bahkan mencatat sejarah sebagai provinsi pertama yang menggelar Kejuaraan Provinsi dan akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional mendatang—menegaskan peran strategisnya dalam pertumbuhan olahraga domino di Indonesia.

Baca Juga :  IHSG Anjlok Tajam, Mirip Krisis 1998 dan 2020: Apa Penyebabnya?